Formula 1, Sportrik Media - Lewis Hamilton dari Scuderia Ferrari menegaskan bahwa timnya masih menghadapi tantangan besar untuk mengejar Mercedes-AMG Petronas Formula One Team pada awal musim Formula 1 2026.
Mercedes tampil dominan dengan kemenangan di dua seri pembuka musim, memperlihatkan keunggulan paket teknis W17 dalam berbagai kondisi balapan. Sementara itu, Ferrari mampu memberikan tekanan pada fase awal lomba, namun kesulitan mempertahankan performa sepanjang jarak balapan, terutama dalam hal degradasi ban dan efisiensi strategi.
Hamilton, yang kini memasuki musim keduanya bersama Ferrari setelah meninggalkan Mercedes pada 2025, mengakui bahwa konsistensi performa menjadi faktor pembeda utama antara kedua tim. Podium di GP China menjadi hasil positif pertama bagi Hamilton bersama Ferrari, namun belum cukup untuk menandingi dominasi rivalnya.

“Untuk bisa menjadi bagian besar dari Mercedes sepanjang karier saya, mereka sudah mendukung saya sejak awal,” ujar Hamilton kepada media, dikutip dari RacingNews365.
“Sejak 1997, saat saya berusia 13 tahun, hingga melalui perjalanan panjang dan kesuksesan bersama mereka, itu adalah sesuatu yang sangat spesial.”
Hamilton juga menyoroti kebangkitan Mercedes ke barisan terdepan hanya dalam waktu satu tahun setelah periode sulit sebelumnya. Ia menilai struktur tim dan kesinambungan pengembangan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan tersebut.
“George dan saya melewati beberapa tahun sulit di era sebelumnya,” lanjutnya.
“Jadi melihat mereka kembali ke depan sekarang adalah sesuatu yang luar biasa, karena ini adalah tim yang fenomenal.”
Dalam konteks persaingan saat ini, Hamilton menegaskan bahwa Ferrari harus meningkatkan performa secara menyeluruh jika ingin menantang Mercedes secara konsisten, terutama dalam aspek pengembangan teknis dan eksekusi balapan.
“Kami tahu bahwa kami memiliki pekerjaan besar untuk bisa mengalahkan mereka,” tegas Hamilton.
“Ketika mereka berada dalam performa seperti ini, mereka bukan lawan yang mudah untuk dikalahkan.”
Di sisi lain, Hamilton juga menyoroti dinamika personal yang unik saat berbagi podium dengan dua pembalap Mercedes, termasuk George Russell dan Kimi Antonelli, serta kehadiran mantan race engineer-nya, Peter Bonnington, yang kini masih menjadi bagian penting dari struktur tim Mercedes.
“Melihat George berkembang hingga Formula 1, dan sekarang Kimi juga berada di sana, apalagi dia mengambil kursi saya, itu sesuatu yang spesial,” kata Hamilton.
“Dan Bono, saya sudah bekerja dengannya begitu lama, jadi rasanya seperti duduk bersama keluarga saya sendiri.”
Secara teknis, Ferrari masih menunjukkan potensi kompetitif, terutama di fase awal stint dengan keunggulan pada kecepatan tikungan. Namun, kelemahan dalam menjaga performa sepanjang balapan menunjukkan perlunya peningkatan pada manajemen energi dan stabilitas paket aerodinamika.
Dengan selisih performa yang masih terlihat, Ferrari kini memasuki fase krusial dalam pengembangan musim. Fokus akan tertuju pada peningkatan konsistensi dan efektivitas strategi untuk menutup gap dengan Mercedes, sebelum kalender berlanjut ke seri berikutnya yang akan semakin menentukan arah persaingan kejuaraan 2026.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!