Charles Leclerc mengakhiri Sprint GP Belanda di Zandvoort dengan senyum tipis. Posisi kedua di belakang George Russell mungkin bukan hasil yang dramatis, tapi bagi pembalap asal Monako ini, itu adalah bukti bahwa Ferrari kembali punya ritme balapan yang serius.
Start dari posisi ketiga dengan ban soft—satu-satunya pembalap di barisan depan yang memilihnya—Leclerc sempat berpikir peluang menyalip Russell akan terbuka di awal. Namun kenyataannya, ia harus menunggu hingga lap ke-11 untuk melewati Lando Norris, memanfaatkan sisa baterai di tikungan pertama. "Saya pikir ban soft adalah pilihan yang bagus. Tapi ketika saya sadar hanya saya yang memakainya, saya berharap penilaian saya benar. Dan ternyata, saya senang dengan keputusan ini," ujarnya.
Leclerc mengakui sempat percaya diri bisa mengejar Russell setelah beberapa lap pertama. Namun sang pemimpin balapan segera menaikkan tempo dan membuat jarak yang tak mungkin dijangkau. "Setelah dua atau tiga lap, dia mulai mendorong lebih keras. Saat itu saya sadar akan sulit. Selain itu, karakteristik tenaga di trek lurusnya berbeda dengan Lando," jelasnya.

Hasil ini menegaskan bahwa Ferrari dengan lantai baru telah menemukan performa kompetitif di Zandvoort. Leclerc kini memperkokoh posisi keempat di klasemen, menjauhkan Norris dengan selisih 11 poin. "Kami punya ritme yang kuat sejak kemarin, terutama saat simulasi balapan dengan ban medium. Sayangnya, di kualifikasi kami masih kehilangan sedikit. Sekarang kami harus mencoba start lebih tinggi agar balapan lebih mudah," tambahnya.
Soal peluang pole di kualifikasi, Leclerc memilih realistis. "Saya akan terkejut jika kami bisa meraih pole. Tapi saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat itu terjadi," tutupnya dengan nada penuh tekad.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!