Liam Lawson mengaku puas setelah Racing Bulls berhasil menjadi tim terbaik di luar empat tim teratas pada kualifikasi Formula 1 Grand Prix Austria 2026. Meski demikian, ia tetap mewaspadai ancaman Alpine saat balapan.
Lawson tampil konsisten sepanjang akhir pekan di Red Bull Ring meski absen pada FP1 yang digantikan Ayumu Iwasa. Ia akhirnya mengamankan posisi kesembilan di grid, sementara rekan setimnya, Arvid Lindblad, akan start dari posisi ke-10 setelah keduanya lolos ke Q3.
Hasil tersebut mengukuhkan Racing Bulls sebagai tim tercepat di belakang Mercedes, Ferrari, Red Bull, dan McLaren. Namun Lawson menilai pekerjaan belum selesai karena Alpine beberapa kali mampu tampil lebih kompetitif saat balapan dibandingkan saat kualifikasi.

"Sangat menyenangkan melihat kedua mobil berada di Q3 dan berada di depan tim-tim papan tengah. Memang itu target utama kami. Tim-tim di depan masih sedikit lebih cepat, jadi kami senang dengan hasil kualifikasi, tetapi saya yakin balapannya akan sangat sulit."
Pembalap Selandia Baru itu mengingat bagaimana Alpine mampu membalikkan hasil kualifikasi menjadi performa balapan yang lebih baik pada seri sebelumnya di Barcelona. Karena itu, ia menilai Racing Bulls tidak boleh lengah meski berhasil mengungguli rivalnya pada Sabtu.
"Kami jelas tetap khawatir. Mereka sangat kuat saat balapan, dan kami sudah berusaha memperbaiki beberapa hal sejak akhir pekan lalu. Saya yakin balapan akan berjalan sulit dan nanti kita lihat hasil akhirnya."
Dengan kedua mobil berada di dalam 10 besar, Racing Bulls memiliki peluang besar menambah poin penting. Namun Lawson menegaskan konsistensi performa sepanjang balapan akan menjadi kunci untuk mempertahankan keunggulan atas Alpine.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!