Liam Lawson kembali dipanggil Red Bull untuk Grand Prix Belanda akhir pekan ini di Zandvoort, menggantikan Isack Hadjar yang mengalami cedera pergelangan tangan saat libur musim panas. Ini adalah promosi kedua Lawson ke tim utama setelah sebelumnya sempat turun dua seri awal musim 2025 sebelum dikirim kembali ke Racing Bulls.
Meski sempat kesulitan di Red Bull, Lawson tampil impresif bersama Racing Bulls dengan mengoleksi delapan finis di posisi 10 besar musim ini. Namun, tekanan ekstra kini menghadangnya di akhir pekan sprint di Zandvoort, dan Lawson merasa satu hal bisa membantunya: kesamaan power unit.
"Setidaknya power unit-nya sama, jadi itu satu hal yang mudah-mudahan bisa membantu," ujar Lawson kepada media termasuk RacingNews365. "Tapi soal mobilnya sendiri, benar-benar berbeda. Itu pasti akan menjadi tantangan."

Dengan format sprint yang hanya memberi satu sesi latihan, Lawson sadar beban kerjanya berat. "Ini sifatnya sprint weekend, cuma satu sesi latihan. Saya sadar ini akan jadi pekerjaan besar untuk mengejar ketertinggalan," tambahnya. "Untuk memulai, mungkin akan terasa sangat asing. Saya yakin akan cukup sulit."
Lawson hanya punya waktu 60 menit untuk beradaptasi sebelum langsung terjun ke sesi kompetitif. Ia pun mengubah persiapannya secara drastis. "Kami masuk ke detail yang lebih dalam tentang semuanya. Kalau sudah sering balapan dan nyaman, semuanya lebih rutin. Minggu ini, saya lebih fokus pada perbedaan yang akan saya rasakan saat mengendarai mobil dan mencoba siap menghadapi itu," jelasnya.
Kembalinya Lawson ke Red Bull juga menjadi ujian besar bagi kariernya. Jika gagal, peluangnya di masa depan bisa terancam. Namun, dengan dukungan power unit yang sama dan persiapan matang, ia berharap bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!