Lawson Frustrasi Gagal ke Top 10 di Sprint Qualifying Spa

Lawson Frustrasi Gagal ke Top 10 di Sprint Qualifying Spa
© XPBimages

Pembalap RB, Liam Lawson, mengungkapkan kekecewaannya setelah gagal masuk 10 besar pada sesi sprint qualifying di Grand Prix Belgia. Menurut laporan RacingNews365, Lawson finis di posisi ke-11, hanya terpaut 0,041 detik dari Oscar Piastri di posisi ke-10. Oleh karena itu, kesalahan kecil di chicane terakhir menjadi penyebab utama kegagalannya. Dengan demikian, artikel ini merangkum faktor-faktor yang memengaruhi performa Lawson berdasarkan sumber tersebut.


Dalam sesi sprint qualifying di Spa-Francorchamps, Liam Lawson mencatat waktu yang hanya terpaut 0,041 detik dari Oscar Piastri. Namun, ia mengakui adanya kesalahan kecil di chicane terakhir. “Saya melakukan kesalahan kecil di chicane terakhir,” ujar Lawson. “Margin di sini sangat kecil, meskipun lintasannya panjang.” Selain itu, ia menilai mobil RB memiliki kecepatan yang cukup untuk lolos ke SQ3. Oleh karena itu, kesalahan tersebut sangat memengaruhi hasilnya, membuatnya tersingkir di SQ2.


Lawson menyoroti sensitivitas mobil terhadap kondisi lintasan, terutama perubahan arah angin. “Perubahan angin membuat perbedaan besar, seperti di Silverstone,” katanya. Dengan demikian, faktor eksternal ini memengaruhi upaya tim untuk memaksimalkan performa. Meskipun demikian, Lawson tetap optimistis dengan kecepatan mobil RB. Sementara itu, sesi sprint qualifying memberikan pelajaran berharga bagi tim untuk balapan sprint dan kualifikasi utama. Selain itu, Lawson menekankan pentingnya menyatukan semua elemen performa, baik dari sisi pembalap maupun mobil, untuk mencapai hasil maksimal.


ADVERTISEMENT

Meskipun gagal masuk 10 besar, Liam Lawson masih berpeluang meraih poin di balapan sprint, yang memberikan poin untuk delapan finis teratas. “Kami akan ambil pelajaran dari hari ini untuk kualifikasi besok,” ujarnya. Dengan demikian, tim RB akan memanfaatkan kesempatan untuk melakukan penyesuaian pada mobil sebelum kualifikasi Grand Prix. Selain itu, Lawson yakin bahwa dengan perbaikan kecil, ia dapat bersaing lebih baik di balapan utama. Oleh karena itu, fokusnya adalah memaksimalkan potensi mobil dan menghindari kesalahan serupa.


Kegagalan Liam Lawson di sprint qualifying Spa menunjukkan betapa kecilnya margin dalam Formula 1. Kesalahan di chicane terakhir dan faktor eksternal seperti angin menghambat performanya. Meskipun demikian, Lawson dan RB tetap optimistis untuk balapan sprint dan Grand Prix. Dengan demikian, perbaikan strategi akan menjadi kunci keberhasilan mereka. Untuk berita terkini tentang Formula 1, kunjungi SPORTRIK.

Klasemen FORMULA-1 CHAMPIONSHIP
POS FOTO RIDER / TEAM PTS
0
Oliver Bearman
Oliver Bearman Haas F1 Team
0.0
0
Oracle Red Bull Racing
Oracle Red Bull Racing -
0.0
0
Mercedes-AMG Petronas F1 Team
Mercedes-AMG Petronas F1 Team -
0.0
0
Scuderia Ferrari
Scuderia Ferrari -
0.0
0
McLaren Formula 1 Team
McLaren Formula 1 Team -
0.0
0
Aston Martin Aramco Formula One Team
Aston Martin Aramco Formula One Team -
0.0
0
BWT Alpine Formula One Team
BWT Alpine Formula One Team -
0.0
0
Williams Racing
Williams Racing -
0.0
0
Visa Cash App Racing Bulls Formula One Team
Visa Cash App Racing Bulls Formula One Team -
0.0
0
Audi Revolut F1 Team
Audi Revolut F1 Team -
0.0

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU