Peta kekuatan di paddock Formula 1 kembali memanas menyusul ketegangan internal yang melibatkan sang juara dunia bertahan. Prinsipal tim Red Bull Racing, Laurent Mekies, secara tegas menyatakan bahwa Max Verstappen sama sekali tidak memiliki pengaruh ataupun hak suara dalam menentukan susunan pembalap tim satelit Racing Bulls untuk musim 2027 mendatang.
Pernyataan ini muncul sebagai respon atas insiden panas yang terjadi di lintasan antara Verstappen dan Liam Lawson pada sesi latihan bebas akhir pekan ini di Autodromo Hermanos Rodriguez. Benturan yang terjadi di antara kedua pembalap tersebut berujung pada investigasi steward dan berbuah penalti turun satu posisi di grid balapan utama bagi keduanya, memicu komentar pedas dari sang bintang asal Belanda.
Selepas sesi latihan, Verstappen melayangkan kritik tajam terhadap manuver rekan sesama pengguna mesin pabrikan energi tersebut. Peraih empat gelar juara dunia itu menilai tindakan pembalap Selandia Baru tersebut sebagai aksi yang tidak cerdas, terutama mengingat masa depan kontrak sang pemula di skuad pendamping Red Bull yang akan segera berakhir pada pengujung musim 2026.

"Menurut saya itu bukanlah sebuah ketidakberuntungan. Mungkin itu adalah perilaku yang tidak terlalu cerdas dari apa yang coba ia lakukan di sana," ungkap Verstappen dalam wawancara media paddock. Ia juga menambahkan bahwa di tengah perjuangan untuk mengamankan kursi balapnya, seorang pembalap seharusnya bisa bertindak dengan jauh lebih bijak dan cermat di atas aspal.
Kendati ketegangan antar-pembalap ini mencuat ke permukaan publik, Laurent Mekies buru-buru meredam spekulasi mengenai intervensi kekuasaan di garasi Milton Keynes. Berbicara kepada Sky Sports F1, pria asal Prancis tersebut menekankan bahwa keputusan mutlak terkait masa depan kursi pembalap Racing Bulls sepenuhnya berada di tangan manajemen internal tim tersebut tanpa ada campur tangan dari pihak luar.
"Tidak, saya pikir Anda harus memisahkan kedua aspek tersebut. Anda mendapati beberapa hal di lintasan yang sangat tidak perlu dan tentu saja membuat frustrasi para pembalap serta tim yang terlibat, dan inilah yang mungkin Anda dengar dari jawaban Max. Namun di sisi lain, keputusan memilih pembalap adalah sepenuhnya wewenang Racing Bulls dan hanya menjadi urusan mereka," tegas sang prinsipal.
Dilansir dari Motorsport.com, Mekies juga menambahkan bahwa Verstappen memiliki pemahaman mendalam mengenai dinamika dunia balap profesional sehingga tidak akan membiarkan satu insiden tunggal di lintasan mendikte arah kebijakan strategis jangka panjang sebuah tim. Fokus utama skuad saat ini tetap berpusat pada upaya memangkas selisih waktu dari tiga tim papan atas lainnya yang tampil sangat kompetitif sepanjang akhir pekan.
Laurent Mekies saat memberikan keterangan media di paddock Formula 1.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!