Esapekka Lappi secara terbuka mengatakan kepada Hyundai bahwa mereka seharusnya menurunkan Hayden Paddon di Rally Chile pekan lalu, bukan dirinya. Pernyataan ini muncul setelah Lappi kesulitan menemukan pace dan hanya finis di posisi keenam, sementara Paddon sebelumnya tampil mengesankan di Paraguay dengan finis kedua pada debutnya di atas mobil Rally1 di permukaan gravel.
Paddon mengendarai i20 N Rally1 ketiga di Rally del Paraguay dua pekan sebelumnya, dan langsung mencuri perhatian dengan finis runner-up. Sayangnya, entri untuk Rally Chile sudah ditutup sebelum Paraguay digelar, sehingga hasil gemilang Paddon tidak bisa dijadikan pertimbangan. Namun, Lappi merasa kontinuitas Paddon di kedua event Amerika Selatan itu akan lebih masuk akal. "Untuk reli ini, saya tahu ini bukan pilihan yang tepat untuk menempatkan saya di mobil, tapi saya sudah bilang di Finlandia bahwa mereka seharusnya mengambil Hayden," ujarnya kepada DirtFish.
Lappi menambahkan bahwa Paddon sudah memiliki pengalaman dari Paraguay, sehingga akan lebih natural jika ia kembali tampil di Chile. "Tapi ya, mereka membuat keputusan yang berbeda," lanjutnya. Pembalap Finlandia itu mengungkapkan bahwa motivasi utamanya menerima peran di Hyundai untuk musim 2026 adalah karena ia hanya ingin tampil di Finlandia. Meski demikian, ia tetap yakin bahwa keputusan menerima tawaran itu adalah hal yang benar. "Yah, saya pikir secara pribadi itu keputusan yang tepat. Saya menikmati banyak hari," katanya.

Meskipun belum ada konfirmasi siapa pembalap ketiga Hyundai untuk event terakhir, dan event itu sendiri belum pasti, Lappi diperkirakan tidak akan kembali. Itu menandai berakhirnya tiga musim kebersamaannya dengan Hyundai, dimulai dengan musim penuh pada 2023, lalu dua kampanye paruh waktu pada 2024 dan 2026. "Ini telah menjadi pasang surut," refleksi Lappi. "Musim penuh pertama, bagian tengahnya sebenarnya cukup baik. Kami meraih banyak podium berturut-turut. Lalu kami mengalami penurunan, dan kembali menang di Swedia jelas menjadi sorotan. Dan ya, tahun ini agak menurun."
Ia juga menyoroti bahwa di Swedia mereka tampil baik, Kenya hanya soal strategi, dan tiga event terakhir tidak begitu sukses. "Tapi ya, orang-orang selalu mendukung saya, jadi saya perlu berterima kasih kepada mereka," tambahnya. Lappi secara sukarela melepaskan kursi penuh waktu WRC untuk 2024 karena ingin lebih banyak waktu bersama keluarga, dan tampak sudah berdamai dengan karier WRC-nya yang akan berakhir sebelum menerima panggilan kembali dari Hyundai musim ini.
Ketika ditanya apakah ia menemukan keseimbangan kerja dan hidup yang tepat, juara dua kali WRC itu menyimpulkan, "Sebagian besar waktu, ya. Tapi jika jujur, ide memiliki kalender bebas tanpa ada yang memberi tahu ke mana saya harus pergi kecuali istri saya, terasa menyenangkan saat ini."



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!