Sirkuit legendaris Interlagos di kota metropolitan Sao Paulo kembali menjadi pusat perhatian dunia balap setelah bertahun-tahun menggelar format akhir pekan sprint. Setelah sempat menggunakan format tersebut sejak musim 2021 hingga 2025, Autodromo Jose Carlos Pace akhirnya kembali menggelar akhir pekan balap dengan format klasik tradisional yang sudah dirindukan para penggemar sejak tujuh tahun silam. Perubahan format ini menjadi sebuah berkah tersendiri bagi pemula Formula 1, Rafael Camara, yang didapuk menggantikan posisi Esteban Ocon di tim Haas, sehingga ia memiliki lebih banyak waktu berharga untuk beradaptasi dengan mobil barunya di atas lintasan.
Sesi latihan bebas pembuka di Interlagos ini juga dihiasi oleh kehadiran sejumlah wajah baru dan pembalap muda yang turun menggantikan para pembalap utama tim. Tim McLaren menurunkan juara Formula 2 Leonardo Fornaroli untuk mengambil alih kemudi dari peraih kemenangan Grand Prix Oscar Piastri. Sementara itu, Scuderia Ferrari memberikan kesempatan emas kepada Dino Beganovic untuk menguji kecepatan mobil Charles Leclerc, dan Williams mempercayakan kursi Carlos Sainz kepada pembalap Inggris Luke Browning. Kejutan lain datang dari tim Audi yang menurunkan Freddie Slater menggantikan Nico Hulkenberg, serta Alpine yang memberi kesempatan pada Gabriele Mini untuk menggantikan Franco Colapinto. Di kubu Cadillac, Colton Herta turun menggantikan Sergio Perez demi memenuhi kewajiban jarak tempuh seratus kilometer agar lisensi balap super miliknya resmi aktif.
Di tengah deretan debutan tersebut, kesialan justru harus menimpa pembalap tuan rumah Mercedes, George Russell. Pembalap asal Inggris ini dipastikan harus menerima hukuman mundur lima posisi di grid start balapan utama nanti akibat keputusan tim memasang komponen mesin pembakaran internal baru pada mobilnya. Dari sisi pengembangan teknis, McLaren menjadi satu-satunya tim yang membawa paket pembaharuan masif mencakup sayap depan, sayap belakang, lantai mobil, hingga baling-baling penyeimbang demi mencari solusi aerodinamika terbaik menghadapi musim depan. Sementara itu, sebagian besar tim papan atas lainnya memilih mempertahankan spesifikasi teknis mobil mereka seperti saat berlaga di Meksiko sebelumnya.

Sesi latihan bebas pertama di Autodromo Jose Carlos Pace ini dimulai di bawah temperatur udara mencapai 24 derajat Celsius dengan suhu permukaan lintasan menyentuh angka 41 derajat Celsius. Ancaman cuaca buruk sempat membayangi kawasan Sao Paulo mengingat potensi hujan lokal kerap menjadi faktor penentu drama di Interlagos. Para penonton di tribun juga dibuat antusias karena untuk pertama kalinya sejak tahun 2016, ada dua pembalap asal Brasil yang turun langsung ke lintasan secara bersamaan, yakni Gabriel Bortoleto bersama Audi dan Rafael Camara di balik kemudi Haas.
Di atas lintasan, persaingan langsung memanas ketika Max Verstappen sempat mencatatkan waktu tercepat di awal sesi sebelum posisi teratas dikuasai oleh Kimi Antonelli dan Lando Norris. Drama nyaris terjadi ketika Dino Beganovic hampir saja menabrak bagian belakang mobil Oliver Bearman akibat kurang fokus saat membaca instrumen kemudi. Meskipun juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton sempat mengeluhkan kondisi lintasan yang cukup licin lewat radiu tim, sesi latihan tetap berjalan kompetitif hingga bendera merah berkibar dan menghentikan sementara jalannya kegiatan di trek.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!