Pekan balap yang menjanjikan di Lusail International Circuit harus berakhir secara prematur bagi Collin Veijer setelah insiden senggolan di tikungan pembuka. Memulai perlombaan Moto2 dari posisi grid keempat setelah sesi kualifikasi yang impresif, pembalap muda asal Belanda tersebut langsung tersingkir ketika lampu balapan padam dan rombongan melesat menuju Tikungan 1.
Analisis telemetri memperlihatkan bahwa sang pembalap kehilangan kontrol traksi belakang saat melakukan pengereman keras di ujung lintasan lurus utama. Titik pengereman yang sedikit terlambat membuat roda belakang motor KTM miliknya terangkat dari aspal, berujung pada benturan tak terhindarkan dengan mesin milik Celestino Vietti. Kerusakan parah pada komponen aerodinamika dan suspensi memaksa garasi tim mengakhiri perjuangan lebih awal.
"Tentu saja saya sangat kecewa dengan hasil hari ini," ungkap sang pembalap mengevaluasi insiden tersebut. "Kecepatan kami sangat baik sepanjang akhir pekan, dan kemarin saat simulasi long run sebelum balapan, kami juga tampil sangat kuat. Bahkan pada putaran pemanasan saya merasa sangat siap. Jadi ya, saya sangat siap menghadapi balapan, tetapi semuanya berakhir hanya dalam satu tikungan, bahkan kurang dari itu."

Ia tidak menutup-nutupi kekecewaannya dan secara terbuka mengakui kesalahan taktis yang ia perbuat dalam upaya meningkatkan agresivitas balapnya musim ini. "Saya salah memperkirakan titik pengereman dan menyenggol pembalap lain. Tanpa kontak itu, saya mungkin akan meluncur lurus keluar lintasan dan masih bisa melanjutkan balapan. Ini adalah situasi yang tidak beruntung, namun saya sendiri yang menyebabkannya."
"Untuk itu saya ingin meminta maaf kepada tim dan semua orang yang selalu mendukung saya. Ini adalah kesalahan yang bodoh dan tidak perlu. Belakangan ini saya memang mencoba untuk membalap sedikit lebih agresif dan mengembangkan diri di area tersebut, namun insiden ini sayangnya menjadi bagian dari proses pembelajaran. Ini adalah pelajaran yang keras, tetapi kami akan terus berjuang dan bangkit kembali," imbuhnya.
Akibat kegagalan mendulang angka di Lusail, perolehan poin pebalap bernomor start khas tersebut tertahan di angka 89,5 poin, menempatkannya di peringkat kesebelas klasemen sementara kejuaraan dunia. Sementara itu, puncak podium direbut oleh Daniel Holgado yang tampil tenang mengatasi tekanan ketat para rival di barisan depan.




Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!