Rally Finland 2026 akan dikenang sebagai salah satu gelaran paling dramatis dalam sejarah WRC. Di tengah hujan deras dan tikungan cepat yang legendaris, ajang ini juga menjadi saksi akhir era mobil Rally1 di tanah Jyvaskyla. Takamoto Katsuta menjadi salah satu tokoh yang paling merasakan kehilangan itu.
Katsuta, yang tampil dengan Toyota GR Yaris Rally1, mengaku bahwa balapan di Finlandia selalu menjadi tantangan unik. Meski banyak pembalap top yang mengalami crash, termasuk rekan setimnya Sebastien Ogier dan Elfyn Evans, Katsuta tidak terkejut. "Kami semua tahu ini akan menjadi reli yang sulit. Estonia juga punya jalan cepat yang mirip, tapi jarang ada pembalap top yang crash di sana. Begitu datang ke sini, semuanya jadi gila," ujarnya.
Menurut Katsuta, kesulitan Rally Finlandia terletak pada kecepatan ekstrem yang menuntut komitmen penuh dari pembalap. "Kamu harus menyerang cukup agresif atau kamu tidak akan memperebutkan apa pun. Ini salah satu reli paling menantang dan membutuhkan komitmen besar. Justru itu yang membuat saya sangat menyukainya," tambah pembalap asal Jepang itu.

Namun, akhir pekan Katsuta di Finlandia tidak berjalan mulus. Ia tersingkir dari perebutan kemenangan di awal reli, dan hujan deras pada Sabtu mengubur harapannya untuk tampil di depan. Bahkan di Power Stage terakhir, ia menabrak pohon secara frontal, tetapi masih bisa melanjutkan balapan dan finis di posisi keenam secara keseluruhan.
Meski mengalami kesulitan, Katsuta tetap menikmati satu hal: kecepatan mobil Rally1 di jalan-jalan legendaris Finlandia. Namun, ada kesedihan yang menyertai karena regulasi teknis WRC akan berubah pada 2027 dan mobil Rally1 tidak akan lagi tampil di Finlandia. "Itu sebenarnya satu-satunya hal yang bisa saya nikmati. Untungnya, kami masih punya tiga atau empat reli lagi. Kami masih bisa menikmati suara mobil-mobil fantastis ini," katanya.
Katsuta merasa kehilangan besar karena tidak bisa lagi mengendarai mobil ini di Finlandia. "Sungguh disayangkan kita tidak bisa lagi membawa mobil ini ke Finlandia. Kamu merasakan begitu banyak emosi, adrenalin, dan kegembiraan di sini. Saya yakin penonton juga merasakan hal yang sama saat melihat mobil-mobil ini dari luar," ungkapnya.
Di tengah transisi menuju era baru WRC yang lebih hemat biaya, Katsuta berharap emosi dan tontonan yang ditawarkan mobil Rally1 tidak hilang. "Saya berharap kita bisa mempertahankan perasaan seperti ini di WRC. Sayangnya, tahun depan mungkin akan sedikit sulit, tapi dalam jangka panjang saya berharap kita bisa kembali ke arah ini," harapnya.
Impian Katsuta untuk masa depan WRC jelas: "Lebih banyak pabrikan, lebih banyak persaingan, dan lebih banyak perasaan seperti ini. Itu kombinasi terbaik. Kita lihat saja nanti."



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!