Juha Kankkunen menyampaikan penghormatan emosional kepada legenda co-driver reli Timo Hantunen, yang meninggal dunia pada usia 76 tahun setelah didiagnosis mengidap kanker agresif hanya sepekan sebelum wafat.
Deputi Team Principal Toyota Gazoo Racing itu mengaku sangat terkejut mendengar kabar tersebut. Menurut Kankkunen, Hantunen dikenal sebagai sosok yang tetap aktif dan memiliki kondisi fisik yang sangat baik bahkan setelah pensiun dari dunia reli.
"Kabar seperti ini selalu sangat menyedihkan. Ini juga benar-benar mengejutkan bagi saya. Mengenal Timo, rasanya sulit dipercaya. Saya rasa tidak ada mantan co-driver di Finlandia yang kondisinya lebih baik darinya. Jika ada kesempatan, saya yakin dia masih akan naik ke mobil reli," ujar Kankkunen.

Keduanya pertama kali bekerja sama pada Rally Finland 1979, ketika Hantunen menjadi co-driver Kankkunen pada debutnya di ajang tersebut. Mereka kemudian mengikuti berbagai reli nasional sebelum Kankkunen bergabung dengan tim pabrikan Toyota pada awal 1980-an.
Kankkunen menilai Hantunen memiliki kontribusi yang jauh lebih besar daripada sekadar mendampingi pembalap di dalam mobil. Ia menyebut Hantunen telah menjadi mentor bagi puluhan pembalap muda Finlandia dan memiliki kemampuan membaca karakter pembalap untuk mengetahui kapan harus menenangkan maupun mendorong mereka tampil lebih cepat.
Rencana keduanya untuk kembali mengendarai Ford Escort yang digunakan pada Rally Finland pertama mereka pun tidak pernah terwujud karena Hantunen harus menjalani perawatan di rumah sakit. Bagi Kankkunen, kepergian Hantunen bukan hanya kehilangan seorang mantan rekan setim, tetapi juga sosok penting yang meninggalkan warisan besar bagi dunia reli Finlandia.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!