SPONSORED

Jos Verstappen Ungkap Negosiasi Awal Max dengan Marko: Saya Terkejut

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Jos Verstappen Ungkap Negosiasi Awal Max dengan Marko: Saya Terkejut TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Jos Verstappen membuka tabir negosiasi awal yang membawa putranya, Max, ke Formula 1 pada 2015. Saat itu Max masih berusia 17 tahun dan baru setahun malang melintang di ajang single-seater.

Karier karting Max yang gemilang membuatnya jadi rebutan tim-tim besar. Mercedes dan Red Bull sama-sama ingin mengamankan talenta muda Belanda itu sejak dini. Jos bersama manajer Max, Raymond Vermeulen, pun bertemu dengan Toto Wolff dan Helmut Marko.

"Kami sudah punya tim yang sama di sekitar kami: manajer Raymond Vermeulen, yang merupakan teman baik saya," ujar Jos kepada AutoHebdo. "Itu dia, Max, dan saya, dan itu masih terjadi sampai hari ini. Jadi kami sangat siap."

Stella: Regulasi F1 2026 Ganggu Gaya Balap Norris dan Piastri
Baca JugaStella: Regulasi F1 2026 Ganggu Gaya Balap Norris dan Piastri

"Toto Wolff dan Helmut Marko sama-sama berbicara dengan kami. Mereka mendorong untuk menandatanganinya. Dan kami melakukan pekerjaan kami: menemukan lingkungan terbaik untuk Max."

ADVERTISEMENT

Kubu Verstappen akhirnya memilih Red Bull setelah Marko berjanji memberikan kursi penuh untuk musim 2015. Namun, Jos yang sadar akan risiko mempromosikan pembalap semuda Max, mendorong syarat tambahan.

"Saya ingat betul," kenang Jos. "Saya di Hockenheim, dan itu adalah percakapan khas dengan Helmut. Dia datang ke meja kami dan berkata, 'Saya hanya punya 20 menit.' Saya bilang itu lebih dari cukup untuk berbicara. Kalimat pembukanya adalah: 'Saya ingin Max bersama kami di F1 tahun depan'."

"Saya sangat terkejut mendengar itu, jadi saya menjawab, 'Oke, Helmut, mari kita lakukan - tapi untuk dua tahun, bukan satu.' Karena Max sangat muda, saya pikir dia butuh tahun pertama untuk beradaptasi, dan dia bisa menunjukkan seberapa bagusnya di tahun kedua."

ADVERTISEMENT

Keputusan itu terbukti tepat. Max beradaptasi luar biasa cepat di tahun pertamanya bersama Toro Rosso, dan Red Bull langsung mempromosikannya ke tim utama pada tahun kedua. Langkah yang akhirnya mengantarnya meraih empat gelar juara dunia beruntun.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU