SPONSORED

Jos Verstappen Buka Suara Soal Percakapan Awal dengan Helmut Marko

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Jos Verstappen Buka Suara Soal Percakapan Awal dengan Helmut Marko TO NEWS OVERVIEW
Verstappen made his F1 debut at 17 with Toro Rosso

Jos Verstappen mengungkapkan percakapan awalnya dengan Helmut Marko terkait promosi mendadak Max Verstappen ke Formula 1 pada 2015. Pembalap asal Belanda itu debut bersama Toro Rosso di Grand Prix Australia, hanya setahun setelah berkarier di Formula 3.

Meski minim pengalaman, bakat Max langsung menarik perhatian tim-tim besar. Mercedes dan Red Bull berlomba-lomba merekrutnya, membuat Jos dan manajer Raymond Vermeulen harus memilih lingkungan terbaik bagi karier sang putra.

"Kami sudah punya tim yang sama di sekitar kami: manajer Raymond Vermeulen, yang merupakan teman baik saya," ujar Jos kepada AutoHebdo. "Itu dia, Max, dan saya, dan itu masih terjadi sampai hari ini. Jadi kami sangat siap."

Domenicali: GP Jerman Bisa Kembali ke Kalender F1
Baca JugaDomenicali: GP Jerman Bisa Kembali ke Kalender F1

"Toto Wolff dan Helmut Marko sama-sama berbicara dengan kami. Mereka mendorong untuk menandatanganinya. Dan kami melakukan pekerjaan kami: mencari lingkungan terbaik untuk Max."

ADVERTISEMENT

Saat itu, tawaran Marko untuk langsung memberikan kursi F1 penuh waktu menjadi daya tarik utama. "Saya ingat betul," kenang Jos. "Saya di Hockenheim, dan itu percakapan khas dengan Helmut. Dia datang ke meja kami dan berkata, 'Saya hanya punya 20 menit.' Saya bilang itu lebih dari cukup. Kalimat pembukanya: 'Saya ingin Max bersama kami di F1 tahun depan'. Saya sangat terkejut dia mengatakan itu."

Jos pun mendorong Marko untuk memberikan kontrak dua tahun, bukan satu, agar Max punya waktu beradaptasi. "Karena Max sangat muda, saya pikir dia butuh tahun pertama untuk menyesuaikan diri," jelasnya. "Dan dia bisa menunjukkan kualitasnya di tahun kedua. Tapi dia beradaptasi dengan sangat baik; dia menjalani tahun pertama yang hebat di 2015 sehingga mereka mempromosikannya ke Red Bull sejak tahun kedua. Itu hal yang bagus."

Keputusan itu menjadi fondasi salah satu pasangan pembalap-tim paling dominan di era 2020-an. Max kini mengoleksi empat gelar juara dunia beruntun, 71 kemenangan balapan, dan 131 podium—sebuah perjalanan yang dimulai dari percakapan singkat di Hockenheim.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU