MotoGP, Sportrik Media - Jorge Lorenzo mengungkap perannya dalam membantu Maverick Vinales mengembalikan mentalitas “killer” yang pernah menjadi ciri khasnya sebelum berkarier di grand prix. Musim 2026 menjadi tahun ke-12 Vinales di kelas premier sejak debutnya bersama Suzuki pada 2015.
Sejak awal kariernya, Vinales dipandang sebagai calon bintang masa depan MotoGP. Namun hingga kini ia baru mengoleksi 10 kemenangan dan belum pernah benar-benar menjadi penantang gelar dunia secara konsisten. Perpindahannya dari Aprilia ke KTM melalui tim Tech3 musim lalu membuatnya tampil sebagai pembalap terdepan pabrikan Austria pada paruh pertama musim.
Memasuki 2026, Vinales menunjuk Lorenzo sebagai performance coach. Kolaborasi ini menarik perhatian karena Vinales sebelumnya menggantikan Lorenzo di Yamaha pada 2017, di tengah hubungan yang sempat tegang sebelum Lorenzo pensiun pada 2019.
Berbicara pada tes Sepang — yang menjadi agenda resmi pertama Lorenzo sebagai bagian dari tim Vinales — ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali determinasi yang dulu melekat pada Vinales sejak usia dini.
“Sekarang motivasinya sangat tinggi. Saya tidak tahu apakah ini yang tertinggi sepanjang kariernya, karena saya tidak bersamanya selama semua tahun itu,” ujar Lorenzo kepada MotoGP.com.
Ia menambahkan bahwa reputasi Vinales sebagai pembalap bertalenta sudah terdengar sejak usia delapan tahun, dengan karakter kompetitif yang sangat kuat.
“Semua orang mengatakan bahwa saat kecil dia adalah seorang ‘killer’ dan sangat membenci kekalahan. Dalam lima atau enam tahun terakhir, saya rasa dia kehilangan sedikit rasa lapar untuk menang.”
Menurut Lorenzo, perubahan perspektif hidup Vinales setelah membangun keluarga turut memengaruhi pendekatan mentalnya terhadap balapan. Kini, dengan menyadari bahwa dua atau tiga tahun ke depan bisa menjadi peluang terakhirnya untuk benar-benar bersaing di level tertinggi, Vinales dinilai kembali menemukan urgensi kompetitif.
“Sekarang dia memahami bahwa dua atau tiga tahun ke depan mungkin menjadi kesempatan terakhirnya. Jadi dia ingin memberikan lebih dari 100 persen agar bisa berdamai dengan dirinya sendiri dan melihat apa yang terjadi.”
Kontrak Vinales bersama KTM akan berakhir pada akhir musim 2026, meski ia dikabarkan menjadi kandidat kuat untuk naik ke tim pabrikan menggantikan Pedro Acosta. Di sisi lain, nama Alex Marquez juga dikaitkan dengan kursi tersebut.
Dengan dukungan Lorenzo sebagai mentor performa, musim 2026 berpotensi menjadi fase krusial dalam karier Vinales, baik untuk memperkuat posisinya di KTM maupun membuktikan bahwa insting juara yang pernah ia miliki masih dapat dihidupkan kembali di MotoGP modern.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!