SPONSORED

Jody Scheckter Kalah Gugatan Pajak £1,4 Juta

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Jody Scheckter Kalah Gugatan Pajak £1,4 Juta
TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Jody Scheckter, juara dunia Formula 1 1979, harus menerima kenyataan pahit setelah pengadilan memutuskan dirinya kalah dalam sengketa pajak senilai £1,4 juta dengan HM Revenue and Customs (HMRC). Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi sang legenda yang kini berusia 76 tahun, menyusul kegagalan bisnis peternakan kerbau organiknya.

Scheckter, yang dikenal sebagai satu-satunya pembalap Afrika yang berhasil meraih gelar juara dunia F1, membeli Laverstoke Park di Overton, Hampshire, pada 1996 setelah pindah ke Inggris bersama istrinya, Clare. Ia menginvestasikan dana pribadi sebesar £55 juta untuk mengembangkan lahan seluas 3.000 hektar tersebut. Bisnis itu memasok daging organik ke Ocado dan mengkhususkan diri pada mozzarella kerbau.

Namun, pada 2024, operasi peternakan dan produksi susu terpaksa ditutup karena lonjakan biaya dan penurunan volume produksi susu. Kerugian besar yang dialami Laverstoke Farm Produce LLP kemudian dikompensasikan dengan pajak dari sumber pendapatan lain melalui skema sideways loss relief. HMRC menilai skema tersebut tidak sah pada 2019 dan menuntut pengembalian dana.

Rating Pembalap F1 GP Spanyol 2026: Norris Tertinggi, Antonelli Juara
Baca JugaRating Pembalap F1 GP Spanyol 2026: Norris Tertinggi, Antonelli Juara

Dalam putusannya di First-tier Tribunal, Hakim Tony Beare menyatakan bahwa mustahil terlibat dalam kasus ini tanpa merasakan "kesedihan mendalam" atas kegagalan proyek tersebut. Ia mengakui Scheckter "sangat bersemangat tentang efek positif dari pola makan sehat," namun menegaskan bahwa kerugian selama tiga tahun tidak dapat dikompensasikan secara hukum berdasarkan Income Tax (Trading and Other Income) Act 2005.

ADVERTISEMENT

Scheckter sendiri menegaskan bahwa dirinya bukan petani hobi yang ingin menghindari pajak. Namun, aturan sideways loss relief hanya berlaku jika usaha pertanian menghasilkan keuntungan dalam lima tahun pertama. Faktanya, kemitraan Laverstoke mencatat kerugian hampir setiap tahun sejak didirikan.

Kisah Scheckter di dunia balap memang gemilang. Ia berlaga di F1 antara 1972 dan 1980, memenangkan sepuluh grand prix, dan puncaknya meraih gelar juara dunia bersama Ferrari pada 1979. Setelah pensiun, ia mendirikan Firearms Training Systems, bisnis simulasi senjata yang pendapatannya melewati £100 juta pada awal 1990-an. Sebagian besar kekayaan itu kemudian dialirkan ke Laverstoke Park.

Keputusan pengadilan ini menjadi pengingat bahwa bahkan seorang juara dunia pun bisa menghadapi tikungan tajam di kehidupan nyata. Bagi Scheckter, perjuangan di luar lintasan mungkin lebih berat daripada duel di sirkuit.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU