Formula 1, Sportrik Media - Isack Hadjar menyuarakan keinginannya agar mobil Formula 1 kembali lebih cepat di era regulasi 2026, setelah bergabung dengan Oracle Red Bull Racing untuk berduet bersama Max Verstappen.
Perubahan regulasi power unit dan aerodinamika yang mulai berlaku musim ini telah memicu kritik luas di paddock. Sejumlah juara dunia seperti Lewis Hamilton dan Fernando Alonso sebelumnya juga menyoroti kompleksitas sistem baru, terutama meningkatnya ketergantungan pada manajemen energi listrik dan efisiensi hibrida.
Dalam simulasi awal dan pengujian pramusim, karakter mobil generasi baru memperlihatkan perbedaan signifikan dibanding era sebelumnya. Fenomena lift and coast bahkan dalam lap kualifikasi, serta perlambatan sebelum titik pengereman di lintasan lurus panjang, menjadi konsekuensi dari batasan energi dan strategi distribusi daya. Kondisi ini membuat banyak pengamat memperkirakan waktu putaran akan tertinggal beberapa detik dari generasi sebelumnya.

Hadjar mengakui bahwa aspek tersebut berpotensi membuat rekor lap sulit dipecahkan. Sebagai pembalap muda yang baru naik ke tim utama, ia menggarisbawahi bahwa ambisi dasar seorang pembalap adalah mengendarai mobil tercepat yang pernah ada di olahraga ini.
“Formula 1? Ya. Tentu saja saya ingin mengendarai mobil yang bisa memecahkan rekor lap. Itulah yang Anda impikan sejak kecil. Jadi, ya, saya ingin mengendarai mobil yang lebih cepat.”
Ia menegaskan bahwa meskipun mobil baru tetap memenuhi identitas Formula 1, sensasi absolut dari kecepatan puncak dan agresivitas aerodinamika tidak sepenuhnya identik dengan generasi sebelumnya. Dalam konteks sejarah olahraga ini, rekor waktu putaran selalu menjadi simbol kemajuan teknis dan tolok ukur evolusi performa.
Regulasi 2026 menempatkan manajemen energi sebagai elemen sentral, menjadikan pembalap lebih sibuk di kokpit dalam mengatur mode daya, distribusi listrik, dan efisiensi pemakaian energi sepanjang lap. Kompleksitas tersebut, menurut Hadjar, mengubah pendekatan mengemudi secara fundamental.
“Ini membutuhkan penggunaan otak lebih banyak, jadi sedikit lebih sulit bagi semua orang.”
“Rasanya kurang natural untuk dikendarai, tetapi ada lebih banyak peluang untuk membuat perbedaan, itu pasti.”
Pernyataan tersebut mencerminkan dua sisi dari regulasi baru. Di satu sisi, mobil mungkin tidak menghasilkan waktu putaran yang secepat era sebelumnya. Namun di sisi lain, variabel tambahan dalam pengelolaan energi membuka ruang bagi pembalap untuk menciptakan diferensiasi performa melalui kecerdasan strategi dan presisi eksekusi.
Bagi Red Bull, adaptasi terhadap regulasi baru menjadi krusial dalam mempertahankan posisi kompetitif. Hadjar, yang sebelumnya membela tim junior, kini berada dalam struktur teknis yang telah terbukti mampu mengoptimalkan paket aerodinamika dan power unit secara agresif. Integrasi pembalap muda dalam lingkungan dengan standar tinggi tersebut akan menjadi ujian konsistensi dan kapasitas adaptasinya terhadap mobil yang menuntut pendekatan lebih analitis.
Meski menyuarakan preferensi terhadap mobil yang lebih cepat, Hadjar menegaskan bahwa esensi kompetisi tetap menjadi prioritas utama. Pertarungan memperebutkan kemenangan dan posisi terdepan, menurutnya, tetap menjadi daya tarik utama Formula 1 terlepas dari dinamika regulasi.
“Yang pasti, sensasi bertarung untuk kemenangan melawan pembalap-pembalap terbaik akan tetap ada, dan itu yang paling penting.”
“Namun tetap saja, Anda ingin melakukannya dengan mobil yang sangat, sangat cepat. Biasanya itu membuat segalanya terasa lebih baik.”
Dengan musim 2026 segera dimulai, diskusi mengenai kecepatan absolut versus kompleksitas teknis diperkirakan terus berkembang. Regulasi baru bertujuan meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi, tetapi persepsi pembalap terhadap karakter mobil akan menjadi bagian penting dalam evaluasi jangka panjang arah Formula 1. Bagi Hadjar, tantangan kini bukan hanya beradaptasi, melainkan memaksimalkan potensi dalam era yang menuntut kecerdasan strategis setara dengan kecepatan murni.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!