Sistem pencatatan waktu resmi Formula 1 kembali mengalami gangguan teknis yang memicu kontroversi besar pada akhir pekan Grand Prix Singapura. Masalah perangkat lunak tersebut secara tidak langsung menyelamatkan Nico Hulkenberg dari hukuman penalti grid setelah kedapatan menghalangi laju pembalap lain di sesi krusial.
Insiden bermula ketika Carlos Sainz tengah melaju untuk percobaan putaran cepat terakhirnya di fase Q2. Namun, saat memasuki area tikungan kelima, pembalap asal Spanyol itu secara mengejutkan mendapati mobil Audi melaju sangat lambat tepat di tengah garis balap utama.
Hambatan jelas terlihat di atas lintasan, yang biasanya langsung berbuah sanksi penurunan posisi start bagi pelangggar. Menariknya, pembalap asal Jerman tersebut justru lolos dari jerat hukuman karena Direksi Lomba mengonfirmasi adanya keadaan luar biasa yang meringankan keputusan komisi steward F1.

Sebelum keputusan dirilis, sang pembalap sempat mengaku pasrah dan memperkirakan dirinya bakal menerima sanksi standar berupa kemunduran tiga posisi start akibat insiden penghambatan tersebut. Ia menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak mendapatkan informasi apapun melalui komunikasi radio mengenai kedatangan pembalap di belakangnya.
Namun, investigasi lanjutan mengungkap fakta mengejutkan bahwa kegagalan sistem pewaktuan FIA tidak tersinkronisasi dengan monitor waktu resmi F1. Situasi pelik ini akhirnya membuat komisi balap mengambil jalan keluar yang menyelamatkan sang pembalap dari hukuman berat di grid start.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!