SPONSORED

IndyCar 2025: Lonjakan Penonton dan Era Baru Pertumbuhan

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
IndyCar 2025: Lonjakan Penonton dan Era Baru Pertumbuhan
TO NEWS OVERVIEW
Media surrounds Alex Palou after he claims pole for the 110th Indianapolis 500. Photo: Kevin Dejewski

NTT IndyCar Series menutup musim 2025 dengan secercah harapan besar: lonjakan jumlah penonton di sirkuit dan di depan layar. Angka-angka yang dirilis menunjukkan bahwa Amerika Serikat punya alasan untuk semakin jatuh cinta pada balap roda terbuka.

Di televisi, kerja sama dengan FOX Sports membuahkan rata-rata 1,68 juta penonton per balapan—tertinggi dalam hampir dua dekade. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti bahwa IndyCar berhasil menarik perhatian khalayak luas, bahkan ketika Alex Palou mendominasi dan mengunci gelar keempatnya sebelum final di Laguna Seca.

Dominasi Palou sempat dikhawatirkan menurunkan antusiasme, tetapi kenyataannya tidak. Penonton justru berbondong-bondong datang ke sirkuit. Kehadiran langsung naik sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan beberapa venue mencatat rekor dan tiket tribun terjual habis. Indianapolis Motor Speedway, misalnya, kembali dipenuhi ratusan ribu penggemar pada akhir Mei.

Wajah Rosenqvist Terpahat di Trofi Borg-Warner, Juara Indy 500 2026
Baca JugaWajah Rosenqvist Terpahat di Trofi Borg-Warner, Juara Indy 500 2026

Presiden & CEO Penske, Mark Miles, menyebut ini sebagai era baru. “Ini adalah era baru yang luar biasa untuk NTT IndyCar Series, yang ditandai oleh pertumbuhan, energi, dan momentum,” ujarnya. “Kemitraan kami dengan FOX Sports telah meningkatkan standar olahraga kami, dan kami telah berinvestasi dalam acara dan peluang baru untuk mempercepat kemajuan kami.”

ADVERTISEMENT

Di ranah digital, IndyCar juga mencatatkan pertumbuhan signifikan. Aplikasi resmi mengalami kenaikan penggunaan 20 persen sepanjang musim, sementara channel YouTube mencatat lonjakan waktu tonton 58 persen. Meski jumlah subscriber baru mencapai 500 ribu, peningkatan ini menunjukkan potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap.

Merchandise pun ikut meroket. Penjualan pakaian dan memorabilia di akhir pekan balapan naik hampir 40 persen. Rekor penjualan non-Indy 500 tercipta di Arlington GP dan kemudian di Freedom 250, menandakan basis penggemar yang semakin luas dan loyal.

Dengan semua indikator positif ini, IndyCar tidak berpuas diri. Mereka berencana memperluas platform dan terus membangun momentum. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin IndyCar kembali menjadi kekuatan utama di peta motorsport global.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU