WRC, Sportrik Media - Thierry Neuville menjadi pembalap terbaik Hyundai Shell Mobis WRT setelah menutup hari Jumat Safari Rally Kenya 2026 di posisi kelima, di tengah dominasi awal Toyota Gazoo Racing WRT yang menempatkan empat mobil di posisi terdepan klasemen sementara.
Di belakang Neuville, rekan setimnya Adrien Fourmaux berada di posisi keenam, sementara Esapekka Lappi menempati posisi kedelapan. Meskipun belum mampu menandingi kecepatan Toyota, Hyundai mencatat perkembangan signifikan dengan memperkecil selisih waktu secara keseluruhan terhadap para pemimpin reli.
Direktur olahraga tim Hyundai, Andrew Wheatley, menyatakan bahwa timnya puas dengan kemajuan yang dicapai sepanjang hari kedua kompetisi. Menurutnya, jarak waktu dengan pemimpin reli telah berkurang secara signifikan dibandingkan hari sebelumnya.

“Kami tidak mencetak waktu tercepat, tetapi pada Kamis kami tertinggal dua menit 30 detik dari pemimpin reli di akhir hari. Sekarang selisihnya sekitar satu menit 40 detik,” ujar Wheatley.
“Ini sebenarnya lebih mendekati apa yang kami perkirakan dari kompetisi ini. Hari Kamis sedikit mengejutkan bagi kami.”
Menurut Wheatley, tantangan utama Hyundai di Safari Rally berkaitan dengan tingkat cengkeraman sasis pada kondisi lintasan yang sangat licin. Ketika mobil mendapatkan cengkeraman yang memadai, performa kendaraan dinilai cukup kompetitif.
“Ketika kami memiliki cengkeraman yang baik, mobil bekerja dengan sangat baik. Mobil ini cepat dan berfungsi sebagaimana mestinya,” jelas Wheatley.
“Tantangannya muncul ketika kami menghadapi permukaan yang sangat licin.”
Ia juga menyoroti kondisi reli pada awal musim Kejuaraan Dunia Reli FIA World Rally Championship, yang menghadirkan karakter lintasan berbeda dan tingkat cengkeraman rendah. Mulai dari es di Rally Monte Carlo, salju di Rally Sweden, hingga lintasan berlumpur di Safari Rally Kenya.
Hyundai juga memuji performa para pembalapnya sepanjang hari Jumat, khususnya Neuville yang mampu mengelola ritme reli dengan stabil.
“Thierry kembali menunjukkan mengapa dia adalah juara dunia. Dia mengendalikan kecepatannya dengan sangat baik,” kata Wheatley.
Performa Fourmaux juga mendapat sorotan setelah mampu memperkecil jarak waktu secara signifikan dari pemimpin reli sejak awal kompetisi.
“Adrien tertinggal dua menit dari pemimpin pada Kamis dan sempat menjadi dua menit 40 detik di akhir hari. Sekarang jaraknya sekitar satu menit 37 detik, jadi itu peningkatan yang sangat besar,” jelas Wheatley.
Menjelang tahap berikutnya Safari Rally, Hyundai berencana mempertahankan strategi konservatif dengan tingkat risiko yang terkendali. Tim memilih menjaga ritme sekitar 95 hingga 96 persen sambil menunggu potensi masalah yang sering terjadi pada etape reli Afrika yang terkenal berat.
“Kami akan melanjutkan dengan kecepatan sekitar 95–96 persen. Kami membiarkan para pembalap di depan bertarung memperebutkan detik demi detik, karena besok hampir pasti akan ada lebih banyak masalah dan tantangan,” ujar Wheatley.
Dengan kondisi cuaca yang diperkirakan berubah dan potensi hujan di Safari Rally Kenya, tim menilai situasi klasemen masih dapat berubah dengan cepat. Oleh karena itu, strategi Hyundai tetap berfokus pada konsistensi dan menghindari kesalahan besar hingga tahap akhir reli.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!