Yuki Tsunoda menawarkan solusi berani untuk mengatasi keterbatasan utama Red Bull di Grand Prix Hungaria 2025 setelah performa buruk di latihan bebas (FP1 dan FP2). Analisis mendalam SPORTRIK menyoroti usulan Tsunoda untuk menggabungkan setelan mobilnya dengan mobil Max Verstappen guna meningkatkan performa tim.
Performa Red Bull di Hungaroring
Tsunoda finis kesembilan di FP2, mengungguli Verstappen yang berada di posisi ke-14. Verstappen menyebut mobil RB21 “tidak bisa dikendarai” di sirkuit Hungaroring yang ketat dan berliku. Red Bull tertinggal 0,8 detik dari pemimpin sesi, Lando Norris dari McLaren. Oleh karena itu, tim menghadapi tantangan signifikan. Meskipun demikian, Tsunoda melihat kemajuan dari FP1 ke FP2, menunjukkan adanya potensi perbaikan.
Solusi Tsunoda: Kombinasi Setelan
Tsunoda percaya bahwa masalah utama Red Bull bukan pada keseimbangan, melainkan kurangnya grip. “Kami tidak merasakan grip yang seharusnya ada,” katanya. Ia mengusulkan untuk menggabungkan setelan mobilnya dengan mobil Verstappen untuk mengatasi “keterbatasan inti” tim. Dengan demikian, pendekatan ini bisa menjadi langkah maju. Selain itu, Tsunoda menegaskan bahwa tim telah mengubah banyak hal di FP2, dan kombinasi setelan dapat membantu performa di kualifikasi.

Tantangan Verstappen dan Insiden Handuk
Verstappen menghadapi hari sulit, termasuk insiden aneh di FP2 saat ia melempar handuk dari kokpit di Tikungan 3. Tindakan ini memicu investigasi FIA, tetapi Red Bull hanya menerima peringatan. Meskipun demikian, fokus Verstappen tetap pada masalah grip dan keseimbangan mobil. Oleh karena itu, usulan Tsunoda menjadi krusial untuk membantu Red Bull mengejar McLaren dan Ferrari di kualifikasi.
Prospek Kualifikasi
SPORTRIK memprediksi Red Bull akan bekerja keras untuk menerapkan solusi Tsunoda sebelum kualifikasi pukul 16:00 CEST hari ini. Dengan demikian, kombinasi setelan mobil bisa meningkatkan grip dan performa. Selain itu, persaingan dengan McLaren, yang dipimpin Norris, dan Ferrari akan ketat. Oleh karena itu, strategi dan penyesuaian cepat akan menentukan posisi grid. Untuk pembaruan Formula 1, kunjungi SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
George Russell
Mercedes
|
51 |
|
2
|
|
Andrea Kimi Antonelli
Mercedes
|
47 |
|
3
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
34 |
|
4
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
33 |
|
5
|
|
Oliver Bearman
Haas F1 Team
|
17 |
|
6
|
|
Lando Norris
McLaren
|
15 |
|
7
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
9 |
|
8
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
8 |
|
9
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
8 |
|
10
|
|
Arvid Lindblad
Racing Bulls
|
4 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
98 |
|
2
|
|
Ferrari
|
67 |
|
3
|
|
McLaren
|
18 |
|
4
|
|
Haas F1 Team
|
17 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
12 |
|
6
|
|
Red Bull
|
12 |
|
7
|
|
Alpine F1 Team
|
10 |
|
8
|
|
Audi
|
2 |
|
9
|
|
Williams
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
0 |
Baca Juga
Ancaman hujan di GP Jepang 2026 berkurang, menghindarkan pembalap F1 dari debut mobil baru 2026 di kondisi basah di Suzuka.
Toto Wolff ungkap Mercedes nyaris alami bencana di awal dominan F1 2026 meski raih hasil sempurna bersama Russell dan Antonelli.
Kimi Antonelli diragukan mampu lawan George Russell dalam perebutan gelar F1 2026 bersama Mercedes menurut analisis James Hinchcliffe.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!