Nico Hulkenberg mengaku bingung setelah mendapat penalti lima detik karena start loncat di Grand Prix Hungaria, yang ia sebut sebagai balapan “menjengkelkan”. Berdasarkan analisis mendalam, artikel ini merangkum pengalaman Hulkenberg bersama Kick Sauber di Hungaroring, termasuk insiden yang memicu “alarm” dan tantangan balapan.
Transisi ke sorotan utama, meski berhasil naik dari posisi ke-18 ke ke-13, penalti dan kesulitan mengikuti mobil di depan membuat akhir pekan ini sulit bagi Hulkenberg.

Hulkenberg memulai balapan dari posisi ke-18 setelah kualifikasi mengecewakan di Hungaria. Namun, ia berhasil naik lima posisi untuk finis di urutan ke-13, tepat di belakang Lewis Hamilton dari Ferrari. Sayangnya, performa solid ini dibayangi penalti lima detik karena start loncat. Menurut FIA, mobil Hulkenberg bergerak sebelum sinyal start diberikan, melanggar regulasi.
“Saya tidak menyadarinya,” ujar Hulkenberg kepada media. Ia menduga insiden terjadi saat ia memasukkan gigi pertama, menyebabkan mobil melonjak sedikit. “Saat memasukkan gigi, mobil sedikit bergerak, dan saya agak terlambat, jadi saya tidak merasa melakukan start loncat,” jelasnya. Hulkenberg berencana meninjau data untuk memahami apa yang memicu alarm penalti tersebut.
Hulkenberg menyebut balapan di Hungaroring “menjengkelkan” karena kesulitan mengikuti mobil di depan. “Di udara bebas, mobil terasa baik, tapi begitu ada mobil di depan, rasanya seperti seseorang mencabut steker,” katanya. Ia menjelaskan bahwa masalah terutama terjadi di tikungan berkecepatan rendah, bukan tinggi, yang membuat menyalip sangat sulit.
Hungaroring memang bukan lintasan favorit Hulkenberg, dengan hanya dua kali mencetak poin dalam 12 balapan sejak 2016. Meski demikian, rekan setimnya, Gabriel Bortoleto, tampil gemilang dengan finis keenam, menambah delapan poin untuk Kick Sauber, yang kini berada di posisi ketujuh klasemen konstruktor dengan 51 poin.
Meski penalti tidak mengubah hasil akhir karena Hulkenberg tidak finis di zona poin, ia kecewa dengan performa tim di Hungaria. “Kami perlu memahami apa yang salah di kualifikasi,” ujarnya, merujuk pada posisi start ke-19 akibat masalah grip belakang. Dengan jeda musim panas selama tiga minggu, Hulkenberg berharap bisa kembali lebih kuat di Zandvoort. Kick Sauber akan menggunakan waktu ini untuk menganalisis data dan meningkatkan daya saing di paruh kedua musim 2025, menjelang transisi ke Audi pada 2026.
Untuk pembaruan Formula 1 lainnya, kunjungi SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Andrea Kimi Antonelli
Mercedes
|
100 |
|
2
|
|
George Russell
Mercedes
|
80 |
|
3
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
63 |
|
4
|
|
Lando Norris
McLaren
|
51 |
|
5
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
49 |
|
6
|
|
Oscar Piastri
McLaren
|
43 |
|
7
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
26 |
|
8
|
|
Oliver Bearman
Haas F1 Team
|
17 |
|
9
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
16 |
|
10
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
10 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
98 |
|
2
|
|
Ferrari
|
67 |
|
3
|
|
McLaren
|
18 |
|
4
|
|
Haas F1 Team
|
17 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
12 |
|
6
|
|
Red Bull
|
12 |
|
7
|
|
Alpine F1 Team
|
10 |
|
8
|
|
Audi
|
2 |
|
9
|
|
Williams
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
0 |
Baca Juga
Mitch Evans berharap Formula E Monaco 2026 membantu memecahkan masalah pace satu lap Jaguar yang masih menjadi misteri musim ini.
Christian Horner dan Toto Wolff dikabarkan bersaing memperebutkan saham Alpine di tengah perubahan besar struktur Formula 1 2026.
Naomi Schiff mengungkap pengalaman mengerikan saat balapan di Nurburgring 24 Hours jelang debut Max Verstappen pada edisi 2026.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!