Kegagalan Fernando Alonso di kualifikasi Formula 1 Grand Prix Italia ternyata bukan sekadar kesalahan strategi. Honda mengonfirmasi bahwa masalah pada power unit memicu perilaku abnormal yang memaksa sang pembalap Aston Martin berhenti lebih cepat dari sesi Q1 di Monza.
Alonso hanya mampu melahap satu lap terbang sebelum keluar dari mobil menjelang sesi akhir Q1. Meski demikian, pembalap dua kali juara dunia itu masih unggul sepersepuluh detik dari rekan setimnya, Lance Stroll, yang menempati posisi buncit bersama tim.
Krisis Power Unit di Balik Start dari Pit Lane
Honda dan Aston Martin mengeluarkan pernyataan bersama untuk menjelaskan penyebab kegagalan Alonso di kualifikasi. Mereka mengidentifikasi perilaku abnormal pada komponen power unit mobil AMR26 yang membuat Alonso tak bisa menyelesaikan putaran terakhirnya.

Hasilnya, pekerjaan perbaikan dilakukan semalaman dan Alonso harus memulai balapan dari pit lane. Situasi ini jelas menjadi pukulan telak bagi Aston Martin yang tengah berjuang tampil kompetitif di sirkuit kencang seperti Monza.
Alonso Pasrah dan Stroll Catat Rekor Buruk
Alonso mengaku sudah menduga Monza akan menjadi sirkuit yang berat bagi Aston Martin. Ia menyebut Las Vegas akan jadi ujian berikutnya yang serupa, namun menegaskan bahwa masalah mesin kali ini membuat kualifikasinya berakhir singkat.
Di sisi lain, Stroll justru mencatat rekor yang tidak diinginkan sebagai pembalap F1 pertama yang tersingkir 100 kali di Q1 sepanjang sejarah. Rekor kelam ini menambah derita Aston Martin di akhir pekan yang penuh tantangan ini.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!