Lewis Hamilton mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan Ferrari setelah insiden dengan rekan setimnya, Charles Leclerc, di Grand Prix Italia lebih berfokus pada proses jangka panjang. Kontak terjadi di chicane Rettifilo pada lap pertama, yang membuat Hamilton terlempar ke gravel dan harus puas finis di posisi ketujuh. Hasil ini semakin menggerus peluangnya dalam perebutan gelar juara dunia Formula 1.
Insiden ini bukan yang pertama bagi Ferrari musim ini. Sebelumnya, di Zandvoort, tim gagal mengeksekusi team order dengan baik. Hal ini memicu pertanyaan tentang konsistensi operasional tim. Hamilton menyadari bahwa perubahan besar tidak bisa terjadi dalam semalam. "Ini adalah proses jangka panjang. Ada begitu banyak bagian yang bergerak, banyak orang, dan budaya yang sudah tertanam lama. Jadi, menggerakkan hal-hal besar tidak mudah, dan kami hanya mengambil satu langkah pada satu waktu," ujarnya.
Meskipun hasil di Monza mengecewakan, Ferrari sebenarnya bisa mengalami nasib lebih buruk. Di sesi kualifikasi, Hamilton hanya unggul 0,001 detik dari eliminasi di Q2, sementara Leclerc terpaut 0,008 detik. Ini menunjukkan betapa kompetitifnya grid dan betapa tipisnya margin antara sukses dan kegagalan.

Setelah balapan, Hamilton dan Leclerc mengadakan diskusi internal untuk mencegah terulangnya kesalahan serupa. "Mulai hari Senin, kami mengadakan diskusi terbuka, dan tentu saja kami fokus pada itu. Itu adalah hal positif dari membahas masa lalu. Di situlah komunikasi kami yang sebenarnya, dan itu penting bagi saya dan juga Charles," tambahnya.
Ketika ditanya tentang peluang juara, dengan Andrea Kimi Antonelli kini unggul 79 poin, Hamilton tetap realistis. "Tidak ada yang mustahil, tapi itu akan terjadi pada suatu titik, jadi tidak apa-apa. Faktanya, Charles dan saya melakukan ini di sana, dan dia telah melakukan pekerjaan yang fantastis, dan kami berdua hanya mencoba melakukan yang terbaik setiap akhir pekan," tutupnya.
Dengan sisa musim yang masih panjang, Ferrari perlu segera membenahi komunikasi dan eksekusi strategi jika ingin memberikan tekanan kepada para rival. Sementara itu, fokus Hamilton dan Leclerc adalah pada perbaikan berkelanjutan untuk mengoptimalkan performa mobil SF-26.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!