Advertisement Sportrik
15s

Hadjar Kecelakaan di Copse, Gagal Finis di F1 GP Inggris 2025

Notifikasi
Hadjar Kecelakaan di Copse, Gagal Finis di F1 GP Inggris 2025
racingnews365

Isack Hadjar gagal finis di F1 GP Inggris 2025 setelah kecelakaan hebat di tikungan Copse, Sirkuit Silverstone, akibat menabrak bagian belakang mobil Kimi Antonelli. Insiden ini menjadi kali kedua Hadjar gagal melihat bendera finis musim ini, setelah kegagalan start di GP Australia. Steward F1 akan menyelidiki kecelakaan ini setelah balapan. Berikut rincian insiden dan konteksnya.


Balapan F1 GP Inggris 2025, yang digelar pada 6 Juli 2025 pukul 15:00 BST, berlangsung dalam kondisi lintasan basah akibat hujan. Menyusul restart safety car pada lap 19, Hadjar, yang membalap untuk Racing Bulls, mengikuti barisan mobil di tikungan Copse (tikungan 9), sebuah tikungan berkecepatan tinggi. Ia menabrak bagian belakang Mercedes milik Kimi Antonelli, menyebabkan mobilnya berputar dan menghantam pembatas. Hadjar melaporkan melalui radio bahwa ia baik-baik saja, tetapi mobil VCARB 02 rusak parah, memaksanya menjadi pembalap keempat yang gagal finis setelah Gabriel Bortoleto, Liam Lawson, dan Franco Colapinto. Ia menyatakan kepada tim, seperti dilaporkan di X, bahwa visibilitas buruk akibat hujan membuatnya tidak melihat Antonelli: “Saya tidak bisa melihatnya.” Steward F1 mengumumkan penyelidikan pasca-balapan untuk menentukan penyebab dan potensi penalti.


  1. Kondisi Lintasan: Hujan deras menciptakan visibilitas rendah dan lintasan licin, meningkatkan risiko insiden. Restart safety car membuat barisan mobil rapat, sehingga memperbesar peluang tabrakan di tikungan cepat seperti Copse.
  2. Riwayat Hadjar: Hadjar, rookie berusia 20 tahun, sebelumnya gagal start di GP Australia 2025 akibat kecelakaan di formation lap, di mana ia menabrak pembatas di tikungan 2 karena kehilangan grip. Meski demikian, ia menunjukkan potensi dengan finis P8 di Jepang dan tiga finis poin beruntun di Monaco, Spanyol, dan Imola.
  3. Performa Racing Bulls: Hadjar telah mengungguli rekan setimnya di kualifikasi, termasuk di Silverstone (P11), tetapi mobil VCARB 02 kesulitan di lintasan basah dibandingkan McLaren dan Ferrari. Insiden ini menambah tantangan tim di klasemen konstruktor.
  4. Penyelidikan Steward: Steward akan mengevaluasi apakah manuver Hadjar melanggar aturan atau murni akibat visibilitas buruk. Antonelli, yang finis P4 di Australia, tidak dilaporkan mengalami kerusakan signifikan, tetapi insiden ini dapat memengaruhi hasilnya.


Jolyon Palmer: Kepergian Lambiase Picu Verstappen Tinggalkan Red Bull
Baca JugaJolyon Palmer: Kepergian Lambiase Picu Verstappen Tinggalkan Red Bull

Kecelakaan Hadjar mencerminkan tantangan rookie di kondisi ekstrem seperti hujan Silverstone. Visibilitas buruk, seperti yang ia laporkan, adalah faktor utama, tetapi manuver di Copse menunjukkan kurangnya pengendalian di bawah tekanan. Meski Hadjar menunjukkan kecepatan di sesi latihan dan kualifikasi, insiden ini menambah daftar “kesalahan konyol” yang ia janjikan untuk kurangi setelah Australia. Penyelidikan steward dapat menambah tekanan pada Hadjar, yang sedang dipertimbangkan untuk promosi ke Red Bull, terutama dengan performa Yuki Tsunoda yang menurun.

ADVERTISEMENT


Kegagalan finis Hadjar melemahkan peluang Racing Bulls menambah poin, sementara McLaren dan Ferrari mendominasi. Insiden ini memicu diskusi di X, dengan fans menyayangkan nasib Hadjar, meski beberapa memuji ketahanannya. Penonton Silverstone, dengan tribun penuh, meningkatkan penjualan tiket dan merchandise, meski fokus tertuju pada duel papan atas.


Isack Hadjar berkata:

“Saya tidak bisa melihat Kimi karena visibilitas buruk. Saya baik-baik saja, tapi menyesal untuk tim.”

Laurent Mekies, kepala tim Racing Bulls, menambahkan:

ADVERTISEMENT
“Isack menunjukkan potensi besar, tapi kondisi sulit. Kami dukung dia untuk bangkit.”


Hadjar harus meningkatkan pengendalian di kondisi basah dan menghindari insiden serupa untuk memperkuat reputasinya. Penyelidikan steward dapat memengaruhi kepercayaan dirinya, terutama dengan tekanan sebagai rookie Red Bull Junior.


Meski gagal finis, Hadjar berpeluang bangkit di balapan berikutnya, seperti Hungaroring, jika dapat memanfaatkan kecepatan kualifikasinya. Penyelidikan steward akan menentukan apakah insiden ini murni akibat kondisi atau kesalahan pengemudi.

ADVERTISEMENT
Klasemen FORMULA-1 DRIVERS CHAMPIONSHIP
POS FOTO RIDER / TEAM PTS
1
George Russell
George Russell Mercedes
51
2
Andrea Kimi Antonelli
Andrea Kimi Antonelli Mercedes
47
3
Charles Leclerc
Charles Leclerc Ferrari
34
4
Lewis Hamilton
Lewis Hamilton Ferrari
33
5
Oliver Bearman
Oliver Bearman Haas F1 Team
17
6
Lando Norris
Lando Norris McLaren
15
7
Pierre Gasly
Pierre Gasly Alpine F1 Team
9
8
Liam Lawson
Liam Lawson Racing Bulls
8
9
Max Verstappen
Max Verstappen Red Bull
8
10
Arvid Lindblad
Arvid Lindblad Racing Bulls
4
Klasemen FORMULA-1 CONSTRUCTORS CHAMPIONSHIP
POS FOTO CONSTRUCTOR PTS
1
Mercedes
Mercedes
98
2
Ferrari
Ferrari
67
3
McLaren
McLaren
18
4
Haas F1 Team
Haas F1 Team
17
5
Racing Bulls
Racing Bulls
12
6
Red Bull
Red Bull
12
7
Alpine F1 Team
Alpine F1 Team
10
8
Audi
Audi
2
9
Williams
Williams
2
10
Aston Martin
Aston Martin
0

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Proses masuk cepat, aman, dan tanpa ribet.

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU