Romain Grosjean hampir saja mengakhiri puasa kemenangannya yang panjang di ajang balap roda terbuka. Pada balapan perdana IndyCar di Markham, Minggu lalu, pembalap asal Prancis itu memimpin dengan 20 lap tersisa mengendarai mobil Dale Coyne Racing, namun kemudian dikejar oleh Marcus Ericsson di lap-lap penutup.
Ketika mobil Andretti Honda bernomor 28 itu melesat melewatinya dengan ban baru hanya empat lap sebelum finis, Grosjean sadar dirinya tak mungkin bisa mempertahankan laju. Ia pun harus puas finis di posisi kedua. Usai balapan, ia mengaku sempat membiarkan dirinya berpikir bahwa inilah harinya untuk meraih kemenangan pertamanya setelah lima musim dan lima kali finis sebagai runner-up di IndyCar.
“Saya sedikit menangis,” ujar Romain Grosjean jujur. “Saya tidak akan berbohong. Tapi kendalikan apa yang bisa Anda kendalikan. Saya rasa itu dari buku Andre Agassi.”

Ia melanjutkan, “Saya sudah melakukan semua yang saya bisa. Saya tidak tahu bagaimana strategi mobil #28 bekerja. Saya kira pit lane yang pendek membantu mereka, ditambah banyak orang yang harus menghemat bahan bakar dan kehabisan ruang. Tentu saja saya belum menonton balapannya. Saya sangat senang dengan tim dan performa saya.”
Momen ini mengingatkannya pada terakhir kali ia memenangkan sebuah balapan, yaitu di GP2 pada 2011. Setelah itu, ia menghabiskan sepuluh tahun di Formula 1 tanpa pernah naik ke puncak podium. “Ya, sudah lama sekali tidak menang balapan. Saya rasa saya tidak lupa cara menang. Saya hanya tidak mendapat kesempatan untuk melakukannya,” keluhnya sambil bercanda, “Mungkin saya harus ikut balapan go-kart, atau balap sepeda.”



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!