George Russell akhirnya buka suara menanggapi pernyataan kontroversial mantan bos Red Bull Racing, Christian Horner, yang menyebut bahwa dirinya bersama rival lain sempat merogoh kocek pribadi untuk memakai fasilitas simulator Milton Keynes di masa lalu.
Klaim tersebut awalnya dilontarkan Horner dalam sebuah siniar populer pekan ini. Menurutnya, para pembalap muda termasuk Lando Norris dan Oscar Piastri harus membayar sendiri demi mencicipi teknologi simulator Red Bull, bahkan sempat dilaporkan kepada petinggi motorsport mereka karena dinilai tampil lebih impresif ketimbang talenta akademi internal saat itu.
Menanggapi sorotan media jelang rangkaian balapan akhir pekan di Circuit of the Americas, pembalap andalan skuad Brackley ini memberikan klarifikasi terkait situasi yang terjadi pada musim 2013 silam. Menurutnya, pemanfaatan fasilitas tersebut murni didasari keterbatasan teknologi simulator yang belum dimiliki oleh tim junior manapun pada masa itu.

Ia menjelaskan bahwa kesempatan mengemudikan mobil Formula Renault di simulator diambil semata-mata sebagai persiapan krusial menghadapi pengujian dan persaingan di kejuaraan yang tengah mereka ikuti. Tidak ada agenda tersembunyi selain mengejar aspek teknis dan adaptasi lintasan di tengah minimnya fasilitas penunjang bagi pembalap muda pada era tersebut.
Isu masa lalu ini kembali mencuat ke permukaan di tengah ketegangan persaingan grid Formula 1 musim ini. Diskusi mengenai pembinaan talenta muda dan investasi fasilitas simulator terus menjadi topik menarik di paddock, terutama menjelang dimulainya rangkaian balapan penting di Amerika Serikat.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!