SPONSORED

George Russell Tegaskan Sisa Karier 15 Tahun di F1 Usai Tertekan Kimi Antonelli

Notifikasi
Farhan Ariadi
Farhan Ariadi
0
George Russell Tegaskan Sisa Karier 15 Tahun di F1 Usai Tertekan Kimi Antonelli
TO NEWS OVERVIEW
George Russell Tegaskan Sisa Karier 15 Tahun di F1 Usai Tertekan Kimi Antonelli

Pembalap Mercedes, George Russell, dengan tegas menyatakan bahwa dirinya masih memiliki masa depan panjang di ajang Formula 1 meskipun mengalami musim 2026 yang penuh dengan naik turun. Di usianya yang menginjak 28 tahun, pembalap asal Inggris tersebut merasa bahwa perjalanan kariernya masih sangat panjang dan ia berencana untuk membalap selama 12 hingga 15 tahun ke depan di grid utama.

Musim ini, peraih kemenangan seri pembuka di Australia tersebut harus menghadapi kenyataan pahit tertinggal jauh di klasemen sementara dari rekan setimnya yang sedang naik daun, Kimi Antonelli. Meskipun Antonelli berpeluang mengunci gelar juara dunia Formula 1 akhir pekan ini di Mexico City, Russell tetap menunjukkan ketangguhan mental luar biasa dalam menghadapi tekanan internal garasi tim panah perak.

"Saya mungkin belajar lebih banyak tentang diri saya tahun ini daripada yang saya inginkan, sejujurnya," ungkap Russell mengenai kesulitan teknis dan masalah keandalan mobil yang memaksanya tiga kali gagal finis. "Pasang surut yang Anda lalui dalam olahraga ini sangat besar. Dan itu karena kita semua sangat peduli dengan apa yang kita lakukan. Tetapi saya mengingatkan diri sendiri, saya berusia 28 tahun. Saya melihat Lewis masih bersaing sangat baik pada usia 41 dan Fernando di usia 45."

Ketidakpastian GP Qatar dan Abu Dhabi 2026, Begini Respon Tegas Pembalap F1
Baca JugaKetidakpastian GP Qatar dan Abu Dhabi 2026, Begini Respon Tegas Pembalap F1

Dilansir dari Motorsport.com, Russell membandingkan situasi mentalnya dengan para juara dunia senior yang meraih sebagian besar kejayaan mereka di usia 30-an. Ia menegaskan bahwa kesulitan performa dan inkonsistensi yang dialaminya sepanjang tahun 2026 sama sekali tidak akan menghancurkan masa depannya di olahraga balap jet darat paling bergengsi di dunia ini, melainkan justru membentuk karakternya menjadi jauh lebih kuat dari sebelumnya.

ADVERTISEMENT

"Saya cukup bangga dengan ketahanan saya dan bagaimana saya bangkit dari momen-momen yang sangat sulit," tambah pemenang Grand Prix Baku tersebut. "Dan sebenarnya, melalui titik terendah saya musim ini, saya umumnya bangkit kembali dengan sangat, sangat kuat. Dan kemudian saya mengalami balapan buruk lainnya setelah yang bagus. Jadi mungkin itu sesuatu yang perlu saya analisis juga."

Perjalanan musim 2026 memang tidak berjalan mulus bagi sang juara bertahan minor setelah ia harus puas finis di posisi kesembilan di Singapura dan kedelapan di Austin menyusul hasil gagal finis di Malaysia. Namun, ia tetap percaya diri bahwa siklus naik turun adalah hal yang wajar dialami oleh atlet papan atas manapun di dunia olahraga profesional.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU