SPONSORED

Frustrasi Pecco Bagnaia di MotoGP Malaysia 2026: Motor Hanya Nurut Saat Lurus

Notifikasi
Rifki Haryadi
Rifki Haryadi
0
Frustrasi Pecco Bagnaia di MotoGP Malaysia 2026: Motor Hanya Nurut Saat Lurus
TO NEWS OVERVIEW
Frustrasi Pecco Bagnaia di MotoGP Malaysia 2026: Motor Hanya Nurut Saat Lurus

Kegelapan kembali menyelimuti garasi Francesco Bagnaia setelah pembalap asal Italia tersebut gagal mengamankan tiket otomatis ke Q2 dalam sesi latihan hari Jumat di Grand Prix Malaysia. Situasi ini memperpanjang tren negatif sang juara dunia dalam menjinakkan kendala teknis pada motor Desmosedici miliknya di Sepang.

Penderitaan pembalap andalan Ducati tersebut semakin nyata ketika ia harus puas tertinggal hingga satu setengah detik dari rekor lap tercepat yang ia ukir sendiri sebelumnya di sirkuit kebanggaan Asia Tenggara ini. Puncaknya terjadi saat ia mengalami kecelakaan fatal di tikungan krusial ketika memburu catatan waktu terbaik demi menyelamatkan posisi di sesi kualifikasi utama.

Kekecewaan mendalam langsung dilontarkan tanpa filter oleh sang bintang usai sesi latihan bebas usai. Berbicara kepada awak media termasuk Manuel Pecino, ia menyoroti betapa buruknya handling motor saat melibas tikungan di Sepang yang memiliki total lima belas tikungan menantang.

Konflik Timur Tengah Panas, Kru Tim Ducati Absen di MotoGP Qatar 2026
Baca JugaKonflik Timur Tengah Panas, Kru Tim Ducati Absen di MotoGP Qatar 2026

Mi moto funciona solamente cuando esta recta. He hecho el maximo en el primer y en el ultimo sector, creo que estoy entre los tres primeros di ambos. En los otros dos, en cambio, pierdo ocho decimas. Es ridiculo, ungkap Bagnaia dengan nada pasrah menggambarkan betapa parahnya kehilangan traksi di area tikungan.

ADVERTISEMENT

Ironisnya, Sepang seharusnya menjadi lumbung poin yang ramah bagi gaya balapnya mengingat rekam jejak manis berupa dua kemenangan dalam tiga tahun terakhir serta dominasi pada musim sebelumnya. Namun anomali performa tahun ini memupus seluruh ekspektasi optimis yang sempat ia bangun sebelum akhir pekan dimulai.

Quiza he sido demasiado optimista respecto a los problemas que tenemos, pero es duro. Es realmente complicado. No tengo mucho rendimiento, tambah pembalap bernomor start andalan tersebut sembari mengakui bahwa kapasitas optimalnya sekalipun belum mampu menutupi defisit teknis yang mendera kuda besi pabrikan Borgo Panigale.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU