Pembalap Alpine yaitu Franco Colapinto akhirnya angkat bicara menyusul gelombang kritik dan serangan siber yang kerap dilancarkan oleh sebagian pendukung garis kerasnya di media sosial terhadap berbagai pihak di paddock Formula 1.
Fenomena toksisitas di dunia maya ini memang telah menjadi sorotan hangat dalam beberapa waktu terakhir, terutama ketika oknum suporter melampaui batas kewajaran demi membela sang pembalap idola dari Argentina tersebut di jagat maya.
Melalui sebuah pesan video yang dibagikan secara terbuka, pemuda berusia 23 tahun itu menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan dukungan luar biasa yang diberikan para penggemar sejak hari pertama kariernya menembus ajang balap mobil paling bergengsi di dunia ini.

Halo bersama, ada sesuatu yang sangat penting yang harus saya bicarakan dengan kalian sejak lama, dan ini adalah sesuatu yang harus kita ubah serta tingkatkan, buka sang pembalap dalam rekamannya.
Saya akan selalu berterima kasih dan merasa sangat beruntung karena kalian telah mendukung saya sejak awal, lanjutnya seraya mengakui bagaimana dukungan tersebut membantunya menggapai target performa balap.
Kendati demikian, ia tidak menutup mata terhadap dampak negatif dari tindakan sebagian pendukung yang kerap menyerang rival, ofisial balap, hingga awak tim sendiri, termasuk ketika Jack Doohan dan Yuki Tsunoda sempat menjadi sasaran empuk cercaan daring di awal musim.
Namun terkadang hal itu berjalan terlalu jauh, alih-alih mendukung saya, pada akhirnya orang lain malah dikritik dan pembalap lain diserang, rekan setim saya, mekanik saya, insinyur saya, orang-orang yang bekerja bersama saya setiap hari, tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa aksi penyerangan verbal di internet, seperti yang sempat diarahkan kepada pengawas lomba di Zandvoort, rekan setim Pierre Gasly, hingga juara dunia Lando Norris usai insiden di Baku, sama sekali tidak memberikan keuntungan bagi masa depan kariernya.
Sebagai langkah nyata untuk meredam situasi panas ini, sang bintang memutuskan untuk mengambil jarak dari dunia digital dan mengalihkan fokus sepenuhnya pada pekerjaan teknis bersama krunya di sirkuit demi meraih hasil kompetitif yang lebih baik.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!