Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem menegaskan keyakinannya bahwa balapan Formula 1 di Qatar dan Abu Dhabi akan tetap berjalan sesuai rencana di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Berbagai kekhawatiran sempat muncul mengenai kelayakan keamanan penyelenggaraan dua seri pemungkas musim ini akibat eskalasi konflik di kawasan tersebut. Namun, pihak otoritas tertinggi motorsport internasional memastikan situasinya masih terkendali dan aman untuk dikunjungi oleh para pembalap seperti Lando Norris serta Max Verstappen.
Sebelumnya, sejumlah agenda balap di kawasan Teluk sempat terdampak oleh situasi keamanan yang memanas, memicu spekulasi bahwa ajang penutup musim Formula 1 harus mencari lokasi alternatif seperti Sirkuit Imola sebagai opsi cadangan. Kendati demikian, CEO F1 Stefano Domenicali bersama para pemangku kepentingan terus memantau situasi dengan cermat. Diskusi terkait potensi pembatalan berangsur mereda dalam beberapa pekan terakhir, dan kejuaraan tampaknya akan tetap mempertahankan kedua seri pamungkas tersebut di kalender resmi.
Dalam keterangannya kepada media termasuk Autosport, Mohammed Ben Sulayem menyatakan bahwa dirinya merasa aman dan tidak akan menempatkan diri maupun keluarganya dalam situasi yang berisiko jika kondisinya membahayakan. "Mereka baik-baik saja. Satu hal yang saya katakan, saya memiliki anak-anak saya di sana — apakah Anda pikir saya akan membiarkan mereka di sana, dan saya berada di sini sekarang bersama Anda?" ujar Mohammed Ben Sulayem menjelaskan situasi keamanan di Uni Emirat Arab.

Ia juga menambahkan bahwa realitas di lapangan sering kali berbeda dari apa yang diberitakan secara masif oleh media global dan layar kaca. Meskipun tidak ada yang bisa memprediksi masa depan secara mutlak, komitmen untuk melangsungkan balapan tetap menjadi prioritas utama saat ini. Tim-tim dari ajang balap roda dua MotoGP bahkan telah mendapat kepastian bahwa seri di Qatar yang sempat dijadwalkan ulang akan tetap terlaksana pada bulan November mendatang.
Keputusan final ini memberikan kejelasan bagi para kontestan, termasuk tim Red Bull Racing dan McLaren, dalam merancang strategi logistik serta persiapan teknis akhir musim. Pihak FIA menegaskan keselamatan seluruh staf dan personel yang bertugas tetap menjadi prioritas utama, dan kehadiran pimpinan tertinggi di wilayah tersebut menjadi indikator kuat bahwa situasi penyelenggaraan masih berada dalam koridor aman.




Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!