Nikolas Tombazis, Direktur Single-Seater FIA, menegaskan bahwa melarang algoritma cerdas pada power unit Formula 1 justru akan memperburuk masalah yang dikeluhkan para pembalap. Menurutnya, kompleksitas unit tenaga modern membuat mustahil bagi manusia untuk menentukan strategi penggunaan energi secara optimal secara manual.
Kekhawatiran ini muncul setelah Oscar Piastri kehilangan waktu signifikan di lintasan lurus pada kualifikasi Grand Prix Belgia di Spa-Francorchamps. Pembalap McLaren itu mengaku terkejut dengan perilaku power unit mobilnya sendiri, sementara tim sempat bingung karena pengaturan mobilnya identik dengan rekan setim, Lando Norris. Andrea Stella, Prinsipal McLaren, kemudian menjelaskan bahwa sistem 'self-learning' pada power unit dapat beradaptasi dengan kondisi eksternal seperti angin dan grip, yang di luar kendali pembalap.
Piastri mengkritik situasi ini dengan tajam, menyebut bahwa hasil kualifikasi ditentukan oleh 'komputer yang berperilaku baik atau buruk', dan merasa ini bukan cara yang adil dalam balapan. Tombazis memahami frustrasi tersebut, tetapi ia menjelaskan bahwa jika pembalap diberi kendali penuh, mereka akan menggunakan seluruh energi listrik saat keluar tikungan, menyebabkan top speed lebih awal dan fenomena 'clipping' yang lebih parah di akhir lintasan lurus.

Selain itu, ada pembatasan teknis seperti SOC delta (selisih state of charge) yang dirancang untuk mencegah perlombaan senjata antar tim dalam ukuran baterai. Tombazis menegaskan bahwa manusia tidak mungkin secara rasional mengendalikan semua parameter ini karena keterbatasan kognitif dan kompleksitas sistem.
Meski demikian, Tombazis mengakui bahwa perubahan rasio tenaga 60-40 yang direncanakan untuk 2028 akan menjadi langkah perbaikan, memberikan pembalap sedikit lebih banyak kendali. Namun, ia tidak yakin masalah ini akan hilang sepenuhnya, karena merupakan konsekuensi dari desain regulasi yang sangat rumit.
Dilansir dari Autosport, Tombazis menutup dengan pengakuan bahwa regulasi 2026 lebih kompleks dari yang diinginkan FIA, namun tetap percaya bahwa solusi jangka pendek adalah dengan menerima kompleksitas ini sambil terus mengevaluasi perbaikan di masa depan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!