Carlos Sainz mengungkap kegagalan sistem pada setir mobil Williams menjadi penyebab utama insidennya dengan Oscar Piastri dalam Grand Prix F1 Hungaria 2026.
Insiden terjadi di Tikungan 2 pada lap ke-39 ketika Piastri berusaha mempertahankan keuntungan atas Lando Norris dalam perebutan posisi terdepan. Pembalap McLaren itu telah melakukan pit stop keduanya enam lap sebelumnya, sedangkan Norris masih berada di lintasan.
Saat itu, Sainz sedang bertarung melawan Fernando Alonso dan mencoba mengambil jalur ke bagian dalam tikungan. Mobil Williams kemudian bergerak melintasi jalur Piastri, memaksa pembalap Australia tersebut melakukan koreksi besar agar tidak kehilangan kendali.

Kontak tersebut membuat Piastri kehilangan waktu yang cukup untuk memberi Norris kesempatan masuk pit dan kembali ke lintasan di depan rekan setimnya. Steward kemudian menjatuhkan penalti waktu lima detik kepada Sainz karena menyebabkan tabrakan.
Sainz menjelaskan bahwa lampu biru yang biasanya muncul pada setirnya tidak berfungsi. Sistem tersebut seharusnya membantu pembalap mengetahui ketika mobil yang lebih cepat akan melakukan overlap, terutama saat ia sedang terlibat dalam pertarungan posisi.
“Kami tidak memiliki lampu biru di setir. Biasanya, ketika sedang bertarung seperti itu, sistem tersebut membantu kami memahami apakah kami akan di-overlap atau tidak,” kata Sainz.
“Pada saat itu saya sama sekali tidak mengetahui bahwa saya akan di-overlap. Saya juga sedang bertarung keras dengan Fernando dan mencoba melakukan undercut ke tikungan, jadi saya tidak menduga Oscar berada di sana.”
Sainz juga menyebut Piastri berada di area blind spot ketika kedua mobil mendekati tikungan. Menurutnya, kombinasi kegagalan sistem, minimnya komunikasi, dan posisi mobil membuat insiden tersebut hampir mustahil dihindari dari sudut pandangnya.
“Bahkan apabila saya mengetahui ia berada di sana, posisinya berada pada sudut mati. Dari sisi saya, sejujurnya sangat sulit untuk menghindarinya,” ujarnya.
Pembalap Williams itu mengakui komunikasi yang lebih baik dapat membantu, tetapi tetap menganggap kontak tersebut sebagai salah satu insiden balap yang dapat terjadi dalam situasi lalu lintas padat.
Sainz menyelesaikan balapan di posisi ke-18. Penalti yang diterimanya pada akhirnya tidak lagi memengaruhi hasil Piastri karena pembalap McLaren tersebut gagal finis akibat kerusakan gearbox saat berada di posisi kedua dengan 14 lap tersisa.
Menurut Sainz, kesulitan mengelola blue flag juga mencerminkan besarnya perbedaan performa di antara tim-tim pada musim 2026. Ia menilai Williams tidak akan menghadapi begitu banyak situasi overlap apabila mobil mereka memiliki kecepatan lebih kompetitif.
“Tahun lalu hampir tidak ada blue flag karena seluruh grid hanya dipisahkan sekitar setengah detik. Tahun ini kami bahkan di-overlap dua kali,” kata Sainz.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!