SPONSORED

FIA Akui Keadilan F1 2026 Rusak Akibat Blunder Kualifikasi Sprint GP Singapura

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
FIA Akui Keadilan F1 2026 Rusak Akibat Blunder Kualifikasi Sprint GP Singapura
TO NEWS OVERVIEW
FIA Akui Keadilan F1 2026 Rusak Akibat Blunder Kualifikasi Sprint GP Singapura

Direktur single-seater FIA, Nikolas Tombazis, secara terbuka mengakui bahwa federasi telah melakukan kesalahan manusia fatal yang merusak prinsip keadilan dalam sesi kualifikasi sprint Grand Prix Singapura. Insiden kacau ini bermula ketika sesi SQ1 dihentikan akibat kecelakaan yang menimpa Sergio Perez, yang kemudian memicu serangkaian kekacauan operasional di ruang pengawas lomba.

Permasalahan utama muncul ketika race control gagal mengaktifkan kembali mode menyalip (overtake mode) tepat waktu setelah bendera merah dikibarkan. Dalam situasi penuh tekanan tinggi tersebut, petugas gagal merespons jendela pop-up di komputer pengawas dengan cepat. Akibatnya, para pembalap kehilangan tenaga optimal yang krusial di lintasan, memicu kebingungan massal di kokpit, dan merugikan pembalap yang tersingkir di fase awal.

Andrea Kimi Antonelli di GP Singapura
Andrea Kimi Antonelli, Mercedes. Photo by: Sam Bloxham / LAT Images via Getty Images

FIA Akui Keadilan F1 2026 Rusak Akibat Blunder Fatal di GP Singapura
Baca JugaFIA Akui Keadilan F1 2026 Rusak Akibat Blunder Fatal di GP Singapura

Dalam wawancaranya dengan Sky Germany, Tombazis menjelaskan secara rinci bagaimana kesalahan prosedural manual tersebut terjadi di balik layar. Pengaktifan mode tersebut secara normal memerlukan verifikasi keselamatan manual, namun tekanan waktu membuat sistem pengaktifan terbengkalai. Keputusan keliru sempat diambil ketika pengawas menyalakannya kembali hanya selama 27 detik sebelum mematikannya lagi, yang justru semakin memperkeruh situasi kompetitif.

ADVERTISEMENT

Situasi tersebut membuat jalannya sesi kualifikasi dirasa sangat berantakan dan berdampak langsung pada tatanan hasil akhir sesi. Sejumlah pembalap yang gagal lolos ke fase berikutnya merasa dirampas peluang adilnya, sementara pihak pabrikan dan tim peserta meluapkan kemarahan besar atas kecerobohan teknis yang dinilai mencoreng sportivitas ajang balap jet darat ini.

Tombazis menegaskan bahwa mengganggu keadilan hasil balapan adalah hal terburuk bagi FIA, mengingat prioritas utama mereka selalu berporos pada aspek keselamatan dan fairness. Evaluasi mendalam kini tengah digencarkan untuk memastikan insiden memalukan serupa tidak terulang kembali di seri-seri balapan Formula 1 berikutnya musim ini.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU