Ferrari kembali menuai hasil mengecewakan dalam empat grand prix terakhir, memicu spekulasi tentang ketegangan internal di Maranello. Setelah jeda musim panas yang diharapkan menjadi titik balik, Ferrari justru tampil inkonsisten dengan eksekusi balapan yang buruk, kesalahan pembalap, duel internal, insiden, dan masalah keandalan. Harapan gelar dunia kini nyaris sirna: Lewis Hamilton dan Charles Leclerc tertinggal 101 dan 125 poin dari Andrea Kimi Antonelli, sementara tim terpaut 145 poin dari Mercedes yang mendominasi.
Kekecewaan ini memicu berbagai rumor tentang iklim internal tim yang tidak harmonis. Menurut laporan Corriere della Sera, Hamilton dilaporkan meminta perubahan pada beberapa posisi kunci dalam operasional lintasan, dan hubungannya dengan team principal Frederic Vasseur dikabarkan tidak seharmonis sebelumnya. Publikasi Gazzetta dello Sport bahkan menyoroti perbedaan pernyataan antara Hamilton dan Vasseur setelah kualifikasi di Madrid, di mana Hamilton menekankan keunggulan rival, sedangkan Vasseur menyoroti kesalahan pembalapnya.
Podcast Terruzzi Racconta juga mengungkapkan bisik-bisik dari dalam tim. Giorgio Terruzzi menyatakan bahwa komunikasi antara Vasseur dan para pembalap sering tidak selaras, terutama dengan Hamilton. Ia menyebut isu Vasseur sebagai topik tahunan yang selalu muncul, dan hubungan Vasseur dengan John Elkann dikabarkan tidak lagi erat. Vasseur bahkan dijuluki 'Napoleon' karena dianggap memiliki sikap otoriter yang terkadang arogan. Sementara itu, Pino Allievi menambahkan bahwa Vasseur sangat dekat dengan Leclerc, sedangkan Hamilton dianggap sebagai 'republik terpisah' yang cenderung mengambil semua kredit ketika mobil kompetitif.

Dalam podcast tersebut, juga dibahas skenario pasca-Vasseur. Terruzzi menyebut bahwa diskusi sedang berlangsung tetapi tanpa rencana B yang jelas. Nama seperti Coletta, yang dianggap kurang berpengalaman, dan Christian Horner, yang disukai Elkann, muncul sebagai kandidat. Namun, menurut Terruzzi, Horner kemungkinan tidak akan mengambil posisi tersebut. Allievi menambahkan bahwa Horner lebih tertarik menjadi manajer bergaya Toto Wolff, sementara Andrea Stella dikabarkan menolak tawaran.
Dengan performa yang terus menurun dan rumor internal yang semakin kencang, masa depan Vasseur di Ferrari menjadi tanda tanya besar. Apakah tim legendaris ini mampu bangkit dan mengembalikan kejayaan, atau justru semakin terpuruk dalam ketidakpastian? Hanya waktu yang akan menjawab.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!