Formula 1, Sportrik Media - Scuderia Ferrari menutup musim F1 2025 sebagai tim dengan operasional pit stop paling efisien, dengan Charles Leclerc dan Lewis Hamilton memimpin statistik “Total Stationary Pit Stop Time” yang dirilis resmi oleh Formula 1 dan DHL.
Berdasarkan data kumulatif, Leclerc menjadi pembalap dengan total waktu diam di pit box paling rendah sepanjang musim. Dari 36 kali pit stop, pembalap Monako itu hanya mencatatkan 88,2 detik stationary time, menjadikannya satu-satunya pembalap yang menembus batas 90 detik dalam satu musim penuh. Catatan tersebut menempatkannya di atas Isack Hadjar dari Visa Cash App Racing Bulls, yang berada di posisi kedua dengan 92,75 detik.
Sementara itu, Hamilton yang menjalani musim debutnya bersama Ferrari mencatatkan konsistensi operasional yang impresif. Meski total waktu diamnya berada di peringkat ketiga dengan 95,16 detik akibat jumlah pit stop lebih banyak (39 kali), ia membukukan rata-rata pit stop tercepat sepanjang musim.

Kru Ferrari melayani mobil Hamilton dengan rata-rata 2,44 detik per stop, sedikit lebih cepat dibanding rata-rata Leclerc di angka 2,45 detik. Sebagai perbandingan, mantan rekan setim Hamilton di Mercedes-AMG Petronas Formula One Team, George Russell, mencatatkan rata-rata 2,7 detik.

Data tersebut juga menyoroti kesenjangan signifikan antar tim dalam aspek operasional. Di papan bawah, tim seperti MoneyGram Haas F1 Team dan Williams Racing menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi eksekusi pit stop.
Oliver Bearman dari Haas mencatat total stationary time 180,19 detik—lebih dari dua kali lipat waktu Leclerc—dengan rata-rata pit stop 4,87 detik. Sementara itu, Carlos Sainz bersama Williams membukukan rata-rata 4,37 detik per stop.
Berikut ringkasan statistik utama berdasarkan data resmi Formula 1/DHL:
| Pembalap | Tim | Total Stationary Time | Jumlah Stop | Rata-rata Stop |
|---|---|---|---|---|
| Charles Leclerc | Scuderia Ferrari | 88,2 detik | 36 | 2,45 detik |
| Isack Hadjar | Visa Cash App Racing Bulls | 92,75 detik | - | - |
| Lewis Hamilton | Scuderia Ferrari | 95,16 detik | 39 | 2,44 detik |
| George Russell | Mercedes-AMG Petronas F1 Team | - | - | 2,7 detik |
| Oliver Bearman | MoneyGram Haas F1 Team | 180,19 detik | - | 4,87 detik |
| Carlos Sainz | Williams Racing | - | - | 4,37 detik |
Statistik ini menegaskan bahwa keberhasilan Ferrari sepanjang musim 2025 tidak hanya ditentukan oleh performa power unit dan efisiensi aerodinamika, tetapi juga oleh presisi dan kecepatan kru mekanik di pit lane. Dalam era margin kemenangan yang semakin tipis, keunggulan sepersekian detik dalam setiap pit stop terbukti menjadi elemen strategis yang signifikan dalam perburuan poin dan posisi.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!