Ferrari akan menggunakan kesempatan upgrade mesin yang diizinkan regulasi ADUO untuk Grand Prix Italia, sekaligus membawa serangkaian pembaruan aerodinamika dan komponen khusus sirkuit demi meraih kemenangan di depan publik sendiri. Langkah ini diambil setelah pengumuman resmi bahwa tim asal Maranello tersebut tertinggal lebih dari 4 persen dari tolok ukur ADUO, sehingga berhak melakukan dua peningkatan performa musim ini.
Keputusan untuk langsung memperbarui power unit diambil setelah melalui serangkaian uji keandalan. Mesin baru yang diberi kode 067/7 ini dikembangkan oleh tim insinyur yang dipimpin Enrico Gualtieri dan telah mencapai ambang keandalan dalam uji bench berulang kali. Peningkatan utama mencakup ruang bakar dan turbocharger yang direvisi, dengan perkiraan tambahan tenaga sekitar 15 tenaga kuda.
Dengan tambahan tenaga tersebut, Ferrari berharap dapat memperkecil defisit terhadap unit Mercedes yang dianggap sebagai paket paling sempurna. Selain itu, bahan bakar baru dari Shell juga dijanjikan memberikan dorongan performa. Di sisi lain, target utama Ferrari adalah meraih hasil maksimal di hadapan para tifosi yang antusias di Monza, dengan fokus pada tenaga puncak dan distribusi torsi yang lebih baik untuk mengoptimalkan energi listrik.

Ferrari juga akan memperkenalkan versi baru sayap belakang Macarena yang lebih efisien secara aerodinamis, yang belum pernah digunakan sebelumnya, serta exhaust blown yang mungkin disesuaikan jika diperlukan pengurangan drag lebih lanjut di Monza. Tim yang bermarkas di Maranello ini juga akan menampilkan livery khusus untuk merayakan kesuksesan Michael Schumacher bersama Ferrari.
Scuderia menjadikan GP Italia sebagai momentum untuk memulai kembali perburuan gelar setelah gagal naik podium dalam dua seri terakhir. Ferrari juga mendapat angin segar karena rivalnya, Mercedes, telah mengonfirmasi bahwa Kimi Antonelli akan menjalani penalti start dari posisi belakang akibat penggantian power unit secara penuh. Sementara itu, rekan setimnya, George Russell, diperkirakan tidak akan terkena penalti, dan ada kemungkinan Mercedes menundanya hingga GP Baku karena karakteristik sirkuit yang mirip dengan Monza.
Monza bukanlah tempat yang bersahabat bagi Ferrari dalam beberapa tahun terakhir, dengan hanya tiga kemenangan dalam 19 GP Italia terakhir. Namun, Ferrari sadar harus segera bangkit setelah kalah poin dari McLaren dalam dua balapan terakhir dan kini tertinggal 87 poin dari Mercedes di klasemen konstruktor. Dengan berbagai pembaruan yang dihadirkan, Ferrari berharap dapat memanfaatkan peluang ini untuk memperkecil jarak dan memberikan persaingan ketat di hadapan pendukungnya sendiri.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!