F1, Sportrik Media - Fernando Alonso mengakui masih ada “banyak hal yang perlu diperbaiki” di Aston Martin setelah rangkaian tes pramusim F1 2026 kembali berjalan sulit bagi tim asal Silverstone tersebut. Minimnya jarak tempuh dan gangguan unit daya terus membayangi persiapan mereka menjelang musim baru.
Secara keseluruhan, Aston Martin hanya mencatat 394 lap sepanjang shakedown privat di Barcelona, tiga hari tes awal di Bahrain International Circuit, dan sebagian besar tes terakhir. Angka tersebut menempatkan tim di posisi terbawah dalam daftar total lap, dengan Alonso maupun Lance Stroll sama-sama kesulitan mengumpulkan waktu lintasan yang memadai.
AMR26 sejauh ini dinilai hanya unggul atas pendatang baru Cadillac. Meski mobil ini merupakan desain pertama yang melibatkan konsep aerodinamika agresif era Adrian Newey, terdapat kekhawatiran terhadap filosofi dasar paket tersebut. Salah satu faktor yang disorot adalah potensi persoalan pendinginan pada unit daya baru hasil kemitraan perdana dengan Honda.

Unit daya pabrikan Jepang tersebut disebut masih tertinggal dari sisi tenaga, sementara desain bodywork yang sangat rapat diyakini memperumit integrasi sistem secara keseluruhan. Pada hari kedua tes terakhir, Alonso hanya mampu menyelesaikan 68 lap sebelum AMR26 berhenti dengan tiga jam sesi tersisa akibat masalah terkait power unit.
“Itu bukan hari yang mudah dengan beberapa gangguan,” ujar Alonso.
“Penting untuk mendapatkan mileage, tetapi itu tidak cukup, dan kami tidak bisa menyelesaikan rencana program karena masalah terkait PU yang membuat sesi sore berakhir lebih awal.”
Awalnya gangguan tersebut diduga berkaitan dengan transmisi, mengingat Aston Martin kini menggunakan gearbox internal setelah sebelumnya menjadi pelanggan Mercedes. Namun, klarifikasi selanjutnya memastikan sumber masalah berasal dari unit daya.
Alonso memberikan evaluasi lugas terhadap situasi yang dihadapi tim.
“Ada banyak hal yang perlu kami perbaiki, tetapi saya tahu semua orang di lintasan dan di kampus bekerja 100 persen untuk menemukan solusi.”
Honda kemudian merilis pernyataan resmi yang mengakui adanya kendala teknis dan menyebut bahwa program Stroll pada hari terakhir akan dibatasi secara signifikan. Sebelumnya, Stroll memperkirakan AMR26 tertinggal sekitar empat hingga empat setengah detik dari mobil tercepat, sebuah indikasi jarak performa yang cukup besar.
Keterbatasan waktu lintasan akibat masalah reliabilitas juga menghambat fokus tim dalam mengoptimalkan set-up dasar mobil. Dengan regulasi 2026 yang sangat menekankan manajemen energi dan efisiensi aerodinamika, kurangnya korelasi data menjadi hambatan strategis serius.
Menjelang seri pembuka musim, prioritas Aston Martin dan Honda kini bergeser pada stabilisasi reliabilitas sebelum mengejar performa murni. Tantangan teknis awal ini menjadi ujian penting bagi proyek jangka panjang mereka di era regulasi baru Formula 1.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!