Formula 2 resmi mengumumkan perubahan besar untuk putaran ke-12 musim 2026 di Baku, Azerbaijan. Seri pengumpan Formula 1 itu akan menggelar format akhir pekan yang mereka juluki "supersized" dengan tambahan sesi kualifikasi dan balapan feature kedua. Keputusan ini diambil di tengah ketidakpastian jadwal F1 musim 2026, terutama terkait dua putaran terakhir di Qatar dan Abu Dhabi.
CEO F2, Bruno Michel, menjelaskan alasan di balik format unik ini. "Karena Formula 2 adalah satu-satunya Support Event di Grand Prix Azerbaijan, bersama promotor, kami memilih akhir pekan balap F2 supersized, dengan satu Free Practice, dua sesi Kualifikasi, satu Sprint Race, dan dua Feature Race," ujarnya. "Ini adalah satu-satunya akhir pekan di mana jadwal memungkinkan sesi tambahan, yang akan meningkatkan hiburan bagi penonton dan penggemar. Baku City Circuit selalu menyajikan balapan luar biasa, jadi kami sangat senang membuat putaran ke-12 musim ini cukup unik."
Keputusan ini muncul karena Grand Prix Azerbaijan sendiri sudah menggunakan format tidak konvensional. Balapan F1 dipindah dari Minggu ke Sabtu untuk menghindari bentrokan dengan Hari Peringatan negara pada 27 September. Seluruh program, termasuk jadwal F2, dimajukan satu hari. Sesi latihan pertama dan kedua akan berlangsung pada Kamis, disusul latihan ketiga dan kualifikasi pada Jumat, lalu grand prix pada Sabtu.

Namun, bayang-bayang ketidakpastian masih menyelimuti akhir musim F2. Ada ekspektasi kuat di paddock F1 bahwa dua balapan terakhir di Qatar dan Abu Dhabi akan dibatalkan, dengan Imola disebut-sebut sebagai pengganti tuan rumah final musim pada 6 Desember. Jika skenario itu terwujud, nasib akhir musim F2 bisa tergantung pada balapan di Baku.
Saat ini, pembalap junior Red Bull, Nikola Tsolov, memimpin klasemen F2 dengan keunggulan tujuh poin atas pembalap muda Ferrari, Rafael Camara. Dengan sisa balapan yang tidak pasti, secara matematis Tsolov belum bisa dinobatkan sebagai juara di Baku, kecuali putaran final dibatalkan. Jika Qatar dan Abu Dhabi batal, gelar juara F2 bisa saja ditentukan melalui rilis pers, bukan di lintasan.
F2 sendiri menegaskan bahwa putaran final di Qatar dan Abu Dhabi akan tetap digelar sesuai rencana, meskipun ada konflik di Timur Tengah. "Kami akan kembali ke format akhir pekan balap biasa untuk dua putaran terakhir musim 2026, yang akan digelar di Doha dan Yas Marina," tegas Michel. Namun, jika pembatalan terjadi, F2 berpotensi ikut balapan di Imola bersama F1, meski belum jelas apakah itu mungkin secara realistis.
Keputusan ini menunjukkan betapa dinamisnya dunia motorsport, di mana jadwal bisa berubah cepat karena berbagai faktor. Bagi para penggemar, format supersized di Baku menjanjikan aksi balap yang lebih intens dan menarik. Sementara bagi tim dan pembalap, ketidakpastian ini menambah tekanan menjelang akhir musim yang krusial.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!