Dino Beganovic akhirnya memecah kebuntuan. Pembalap Swedia itu menyegel kemenangan perdana di Feature Race Formula 2 pada seri Madrid, setelah tampil dominan sepanjang akhir pekan. Sejak sesi kualifikasi yang kacau akibat tiga red flag, Beganovic sudah menunjukkan tajinya dengan merebut pole position.
Balapan Feature Race sendiri tak lepas dari drama. Sebelum start, Hitech mengumumkan bahwa Colton Herta tidak akan ambil bagian karena sakit. Mantan pembalap IndyCar itu sudah absen di Sprint Race setelah kecelakaan hebat di kualifikasi. Akibatnya, grid start bergeser dan pembalap di belakangnya naik satu posisi.
Begitu lampu padam, Beganovic melesat mulus dan mempertahankan keunggulan di tikungan pertama. Di belakangnya, Dunne mengalami lock-up kecil namun tetap solid. Pembalap Swedia itu perlahan membangun gap sebelum DRS diaktifkan. Balapan berjalan tenang hingga insiden terjadi di Lap 2: Kush Maini menabrak dinding di Tikungan 18 setelah kontak dengan Cian Shields. Safety Car pun keluar.

Setelah Safety Car masuk pada akhir Lap 6, Beganovic kembali memimpin dan langsung membangun jarak 1,2 detik dari Dunne. Ia bahkan melaporkan bahwa ia senang tetap menggunakan ban soft lebih lama. Sementara itu, Mari Boya, Rafael Villagomez, dan Laurens Van Hoepen memilih masuk pit untuk mengganti ban. Shields mendapat penalti 10 detik akibat tabrakan yang menyingkirkan Maini.
Di pertengahan balapan, aksi salip-menyalip terjadi. Gabriele Mini melakukan manuver apik dari sisi dalam untuk menyalip rekan setimnya Ollie Goethe dan merebut posisi kesembilan. Mini juga mencoba menekan Ritomo Miyata, namun Miyata segera merebut posisinya kembali. Stenshorne membayangi Camara, sementara Boya tampil cepat dan terus merangsek ke depan.
Hingga bendera finis, Beganovic tak tergoyahkan. Ia menyelesaikan balapan dengan keunggulan nyaman dan meraih kemenangan Feature Race pertamanya di F2. Kemenangan ini menjadi puncak akhir pekan yang sempurna baginya, setelah sebelumnya juga tampil kuat di kualifikasi dan Sprint Race. Kini perhatian beralih ke klasemen pembalap, di mana Beganovic berpeluang besar menempel ketat pemuncak.

Bagi tim Prema Racing, hasil ini menegaskan kembali kekuatan mereka di musim 2026. Sementara Hitech harus menelan pil pahit dengan absennya Herta, yang sebelumnya diharapkan bisa bersaing di depan. Madrid sendiri menyajikan balapan yang penuh kejutan, dan Beganovic berhasil memanfaatkan setiap peluang yang ada.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!