Formula 1 resmi merilis kalender sementara untuk musim 2027, dan kejutan terbesar datang dari Monaco. Sirkuit jalanan paling ikonik di dunia itu akan menggelar Sprint Race untuk pertama kalinya, sebuah langkah berani yang langsung menjadi perbincangan paddock.
Kalender 2027 tetap memuat 24 balapan, dengan total 10 Sprint Race—rekor terbanyak dalam sejarah F1. Monaco masuk daftar Sprint pada 4-6 Juni, menjadikannya tuan rumah Sprint pertama di sirkuit sempit yang selama ini dikritik karena minim aksi menyalip. Langkah ini jelas upaya F1 menambah bumbu di akhir pekan yang selama ini identik dengan parade mobil mewah dan gaya hidup jet-set.
Musim akan dibuka di Bahrain pada 12-14 Maret, sepekan setelah berakhirnya Ramadan. Sprint juga digelar di Sakhir, lalu Australia (2-4 April), Jepang (9-11 April), Kanada (21-23 Mei), Inggris (2-4 Juli), Italia (3-5 September), Brasil (5-7 November), Qatar (3-5 Desember), dan Abu Dhabi (10-12 Desember). Silverstone dan Kanada tetap mempertahankan status Sprint mereka, sementara Portimao kembali setelah absen, dijadwalkan 20 Juni, sepekan setelah Le Mans 24 Hours.

Montreal tetap digelar sebelum Monaco, tetapi tidak lagi bentrok dengan Indy500 yang jatuh pada 30 Mei. Turki dan sirkuit Istanbul yang populer juga kembali, dijadwalkan 3 Oktober, menjadi bagian dari triple-header bersama Azerbaijan dan Singapura. Kehadiran kembali Portimao dan Istanbul menandakan F1 ingin memperluas jangkauan ke pasar Eropa yang selama ini rindu balapan.
Meski ada pembatalan balapan di Timur Tengah tahun ini, negara-negara Teluk tetap masuk dalam kalender 2027. Bahrain, Arab Saudi, dan Qatar masih menjadi tuan rumah, dengan Arab Saudi dijadwalkan 19-21 Maret. Ini menunjukkan komitmen F1 terhadap kawasan tersebut meski sempat ada gejolak.
Dengan regulasi baru yang mencakup tweak pada mesin hybrid, musim 2027 diprediksi menjadi salah satu yang paling kompetitif. Sprint Race di Monaco bisa menjadi ujian nyata bagi para pembalap untuk membuktikan bahwa aksi menyalip masih mungkin terjadi di jalanan sempit Principality. Apakah ini langkah brilian atau justru bumerang? Kita tunggu saja.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!