Ketika lampu padam di Melbourne, banyak yang menduga Racing Bulls akan jadi bulan-bulanan di tengah perubahan regulasi besar. Tapi setelah paruh pertama musim 2026, tim yang berbasis di Faenza itu justru tampil sebagai kekuatan tengah paling konsisten, bahkan menyalip Alpine di akhir pekan terakhir sebelum jeda musim panas di Budapest. Dengan 66 poin, mereka duduk di posisi kelima klasemen konstruktor—capaian terbaik sepanjang sejarah tim.
Perjalanan itu tidak mulus. Di Australia, debutan Arvid Lindblad langsung mencetak poin dengan finis kedelapan, tapi Alpine sempat melesat berkat empat hasil tujuh besar beruntun dari Pierre Gasly. Racing Bulls baru menemukan performa terbaiknya setelah membawa upgrade lantai besar di Montreal—putaran kelima kalender 2026 yang dirombak.
Upgrade itu mengubah segalanya. Sejak Kanada, setidaknya satu mobil Racing Bulls selalu masuk Q3 di setiap seri. Mereka juga mencetak double poin lima kali, dan hanya sekali gagal membawa kedua mobil finis di posisi sepuluh besar—tepatnya di Belgia. Konsistensi ini membuat mereka menjadi tim tengah yang paling sulit dikalahkan, bahkan ketika Liam Lawson dan Lindblad terlibat duel sengit di Austria dan Belgia.

Lawson, yang akhirnya menjalani musim penuh pertamanya bersama tim yang sama, tampil percaya diri. Ia duduk di peringkat sembilan klasemen pembalap, memanfaatkan paket mobil yang stabil dan power unit anyar dari Red Bull Ford Powertrains—yang ternyata lebih baik dari dugaan banyak orang. Di sisi lain, Lindblad, satu-satunya pendatang baru di grid 2026, tampil mengesankan sejak seri pertama dan kerap memberi tekanan pada rekan setimnya.
Kepala tim Alan Permane menjelaskan kunci kebangkitan ini: "Kami memulai pengembangan mobil 2026 agak terlambat karena fokus pada perebutan posisi enam musim lalu. Tapi upgrade besar di Melbourne dan terutama lantai baru di Montreal benar-benar menghidupkan mobil. Yang juga penting, kami menemukan race pace—di Kanada kami cepat di kualifikasi tapi tidak di balapan, sekarang sudah teratasi."
Meski begitu, Racing Bulls tidak bisa berpuas diri. Alpine diprediksi akan kembali tampil kuat setelah jeda, dan misi tim untuk menjadi 'sekolah' pembalap Red Bull menambah tekanan. Dengan junior seperti Nikita Tsolov yang bersinar di F2, Lawson dan Lindblad harus terus membuktikan diri. Jika mampu mempertahankan posisi kelima hingga akhir musim, itu akan jadi pencapaian yang luar biasa bagi tim kecil dengan sumber daya terbatas.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!