Zak Brown, CEO McLaren Racing, membuat keputusan yang menarik perhatian pekan lalu. Alih-alih terbang ke Zandvoort untuk GP Belanda, Brown memilih hadir di Washington D.C. untuk balapan perdana IndyCar bertajuk Freedom 250. Padahal, timnya sukses besar di F1 dengan Lando Norris yang merebut pole dan kemenangan.
Dalam wawancara bersama Will Buxton untuk SPEED, Brown mengaku sebenarnya ingin berada di dua tempat sekaligus. Namun, sebagai pemimpin tim, ia harus memilih lokasi yang memberikan dampak terbesar bagi seluruh entitas balap McLaren, termasuk IndyCar, Formula E, dan Extreme E.
"Saya ingin di keduanya, tapi saya belum bisa memecah diri," ujar Brown. "Peran saya adalah pergi ke tempat yang paling berdampak bagi tim balap kami, baik dari sisi komersial maupun pertumbuhan seri. Balapan ini epik, saya belum pernah melihat yang seperti ini, jadi saya harus ada di sini."

Brown juga menyelipkan candaan bahwa ia memantau situasi di Belanda melalui "laptop rahasia" dan bahwa timnya sebenarnya bisa berjalan tanpa kehadirannya. "Jangan bilang siapa-siapa, tapi tiga tim balap kami bisa bertahan dengan baik saat saya tidak hadir," candanya.
Keputusan Brown juga didasari dampak komersial yang besar. Freedom 250 menjadi balapan IndyCar non-Indy 500 dengan jumlah penonton tertinggi sejak 1995, rata-rata 3,2 juta pemirsa, menurut laporan FOX. Acara ini menarik banyak pemimpin bisnis dan pejabat tinggi, termasuk Presiden AS. "Kami punya partner besar di Belanda, tapi ini hal baru, banyak partner potensial di sini," jelas Brown.
Di sisi balapan, Arrow McLaren hampir meraih kemenangan di Washington. Christian Lundgaard finis kedua di belakang Kyle Kirkwood, sementara Nolan Siegel dan Pato O'Ward masing-masing finis keenam dan ke-16. Brown menilai kesuksesan acara ini luar biasa dan menjadi momentum besar bagi IndyCar.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!