Keputusan Yamaha untuk merekrut Jorge Martin bukan sekadar transfer biasa. Manajer Yamaha, Paolo Pavesio, mengungkapkan alasan di balik langkah berani tersebut: Martin “membuat kami merasa diinginkan”.
Yamaha tengah bersiap mengucapkan selamat tinggal kepada Fabio Quartararo, yang akan hengkang ke Honda akhir musim ini. Kehilangan pembalap andalan tentu menjadi pukulan, tetapi Yamaha bergerak cepat dengan mengamankan jasa Martin, juara dunia MotoGP 2024, untuk memimpin proyek mesin 850cc yang akan datang.
“Jorge membuat kami merasa diinginkan. Saya menginginkan seseorang yang bisa saya ajak transparan tentang proyek ini, tetapi juga seseorang yang ingin datang ke perusahaan yang saat ini sedang kesulitan performa, namun berinvestasi besar dan memiliki sejarah hebat,” ujar Pavesio kepada Motorsport.com Italia.

Pavesio menambahkan bahwa sejarah tidak menjamin kesuksesan masa depan. Namun, ia merasakan bahwa Martin ingin membantu Yamaha bangkit. “Dia sudah meraih gelar juara, dan jika berhasil melakukannya bersama kami, namanya akan masuk dalam daftar pembalap legendaris Yamaha,” tambahnya.
Mengapa Martin, Mengapa Sekarang?
Martin dikenal sebagai pembalap yang mampu menantang dominasi Ducati. Pada 2024, ia mengalahkan Francesco Bagnaia dalam perebutan gelar meski membela tim satelit Pramac, yang kini menjadi bagian dari struktur satelit Yamaha. Setelah musim pertama penuh cedera bersama Aprilia, Martin bangkit dan saat ini memimpin klasemen pembalap menjelang rangkaian balapan flyaway di Asia-Pasifik.
Keputusan Martin pindah ke Yamaha pada 2027 bisa dibilang sebuah pertaruhan. Yamaha saat ini berada di dasar klasemen, sementara Aprilia justru menjadi tolok ukur performa. Namun, Pavesio yakin dengan potensi Martin. “Saya percaya kami merekrut pembalap yang telah memenangkan gelar dunia MotoGP, hampir memenangkan gelar lainnya, dan memiliki bakat serta kecepatan setara empat atau lima pembalap teratas,” jelasnya.
Pavesio juga menyebut bahwa kehadiran Gino Borsoi, yang mengenal Martin dengan baik, menjadi keuntungan tersendiri. “Kami percaya pada pembalapnya. Kami memiliki keuntungan karena Gino sangat mengenalnya,” tuturnya.
Dengan Martin di atas motor, Yamaha berharap dapat kembali bersaing di papan atas. Proyek 850cc akan menjadi ajang pembuktian bagi kedua belah pihak. Apakah Martin bisa mengembalikan kejayaan Yamaha, atau justru sebaliknya? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: Martin telah membuat Yamaha merasa diinginkan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!