Bos Mercedes, Toto Wolff, secara eksklusif menyatakan dukungannya terhadap rencana Formula 1 untuk kembali menggunakan mesin V8 pada siklus regulasi berikutnya. Dalam wawancara dengan RacingNews365, Wolff mengaku sebagai seorang puris, ia menyukai arah baru yang digagas oleh presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, yang ingin mengakhiri era turbo-hibrida yang telah berlangsung sejak 2014.
Di bawah regulasi mesin saat ini, Mercedes telah meraih 126 kemenangan, delapan gelar konstruktor, dan tujuh gelar pembalap. Namun, Wolff menilai kompleksitas mesin hibrida saat ini justru mengurangi esensi balap. Ia mengkritik suara mesin yang berdengung di grid sebelum start, yang menurutnya seperti alarm kebakaran, dan menekankan bahwa pembalap yang paling adaptif yang akan unggul, seperti yang ditunjukkan oleh Lewis Hamilton dan Kimi Antonelli.
Wolff mengungkapkan bahwa ia telah berdiskusi dengan Ben Sulayem, Stefano Domenicali, dan pabrikan mesin lain. Rencana yang tengah dipertimbangkan adalah mesin V8 dengan output sekitar 1.000 tenaga kuda, dengan pembagian tenaga 80:20 antara mesin pembakaran internal (ICE) dan baterai. Ini mirip dengan sistem KERS di masa lalu, namun dengan porsi ICE yang jauh lebih dominan.

Untuk jangka pendek, F1 akan bergerak menuju pembagian 60:40 pada 2028, dengan peningkatan aliran bahan bakar. Wolff menjelaskan bahwa perubahan arsitektur mesin secara besar-besaran diperlukan untuk langsung melompat ke 60:40 pada 2027. Ia juga mengungkapkan bahwa rencana untuk menambah 50 kilowatt tenaga pada 2026 sempat diblokir oleh Ferrari, sehingga hanya ada penambahan 20 kilowatt tahun depan, dan 50 kilowatt pada 2028.
Dampak pada Masa Depan F1
Perubahan regulasi mesin ini akan menjadi titik balik besar bagi Formula 1. Dengan kembali ke mesin V8 yang lebih sederhana dan bersuara garang, F1 diharapkan dapat menarik kembali minat penggemar lama yang merindukan era mesin atmosferik. Namun, keputusan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang komitmen pabrikan terhadap teknologi ramah lingkungan, yang selama ini menjadi narasi utama era hibrida.
Bagi Mercedes, transisi ini akan menjadi tantangan tersendiri. Mereka telah mendominasi era turbo-hibrida, dan harus beradaptasi dengan regulasi baru yang mungkin mengubah keseimbangan kekuatan. Namun, dengan dukungan penuh dari Wolff, tampaknya Mercedes siap menyambut era baru yang lebih mengedepankan performa murni mesin.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!