Max Verstappen mengaku bahwa tampil di depan para penggemar setianya di Zandvoort adalah sebuah keistimewaan. Pernyataan itu ia sampaikan menjelang Grand Prix Belanda yang akan menjadi balapan terakhir di sirkuit tersebut, setidaknya untuk saat ini.
Zandvoort akan resmi hilang dari kalender Formula 1 setelah musim 2026. Ini menjadi kali keenam sirkuit tersebut menggelar balapan sejak kembali ke kalender pada 2021, yang tidak lepas dari popularitas Max Verstappen.
Dari lima edisi sebelumnya, Verstappen berhasil naik podium tertinggi tiga kali, tepatnya pada 2021 hingga 2023. Dua musim terakhir, ia harus puas finis di posisi kedua. Catatan rata-rata finisnya di Zandvoort mencapai 1.4, hanya kalah dari Imola yang sempurna dengan rata-rata 1.0.

Untuk pertama kalinya, Zandvoort akan menggelar sprint race. Verstappen pun mengaku antusias menyambut akhir pekan balapan kandang terakhirnya.
“Kami sudah beristirahat dan mengisi ulang tenaga setelah libur musim panas, dan saya sangat antusias untuk langsung memasuki pekan balapan Zandvoort,” ujar Verstappen. “Ini akan menjadi momen spesial bagi saya dan para penggemar, karena ini Grand Prix Belanda terakhir sebelum meninggalkan kalender.”
“Saya punya banyak kenangan indah di Zandvoort. Bisa balapan di depan publik sendiri selama beberapa tahun terakhir adalah sebuah privilege dan salah satu momen terbaik karier saya.”
Verstappen juga akan mengenakan helm spesial akhir pekan ini, dengan desain yang terinspirasi keramik biru khas Delft. “Ini pola yang sangat tradisional dan indah, sesuatu yang lebih unik untuk balapan terakhir,” jelasnya. “Helm ini adalah bentuk penghormatan untuk para penggemar Belanda atas dukungan mereka selama ini. Semoga kami bisa membuat mereka bangga akhir pekan ini.”



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!