SPONSORED

Verstappen Frustrasi: Red Bull 'Seperti Kura-kura' di Monza

Notifikasi
0
Verstappen Frustrasi: Red Bull 'Seperti Kura-kura' di Monza
TO NEWS OVERVIEW
Max Verstappen said he had no answer to Mercedes on the straights

Max Verstappen mengaku frustrasi setelah Max Verstappen tidak mampu bersaing dengan Mercedes di Grand Prix Italia. Pembalap Red Bull itu merasa mobilnya seperti "kura-kura" di trek lurus Monza, yang jelas menjadi kelemahan terbesarnya sepanjang akhir pekan.

Start dari posisi kelima, Verstappen tampil impresif dengan merangsek ke depan dan sempat terlibat duel sengit dengan duo Mercedes di paruh pertama balapan. Namun, setelah pit stop di bawah Virtual Safety Car (VSC), ia kembali ke trek dengan ban segar dan berhasil melewati Lewis Hamilton serta dua McLaren. Meski begitu, ia tetap tidak bisa mengejar ketertinggalan dari Mercedes yang tampak lebih bertenaga di sektor lurus.

"Sejujurnya, tidak banyak yang bisa saya lakukan ketika orang-orang melaju melewati Anda seperti Anda seekor kura-kura," ujar Verstappen seusai balapan. "Mobil kami bagus dalam pengereman, jadi itu membantu. Saya percaya diri menyerang di zona pengereman, dan dua kali di awal balapan saya berhasil melakukan itu di Tikungan 4. Menyenangkan, tapi di saat yang sama membuat frustrasi. Saya hanya mencoba memaksimalkan apa yang saya bisa."

Piastri Buoyed by Progress After Tough Monza Battle
Read AlsoPiastri Buoyed by Progress After Tough Monza Battle

Verstappen, yang musim ini sudah mengunci gelar juara dunia keempat, juga menyoroti kelemahan mobilnya dalam hal daya dorong (deployment) di trek lurus, terutama saat melawan mobil bertenaga Mercedes. Ia mengakui bahwa dengan mode overtake, peluang menyalip sempat terlihat menjanjikan, tetapi begitu ia memimpin, sangat sulit untuk bertahan.

ADVERTISEMENT

"Saya punya masalah kemarin yang tentu saja masih ada hari ini, tetapi saya pikir sudah cukup jelas selama balapan bahwa kami tidak bisa mengimbangi deployment dari mobil bertenaga Mercedes," jelasnya. "Di trek seperti Monza, itu sangat berat. Bahkan ketika kami memakai ban lebih baik, mereka masih terlalu kuat saat menggunakan mode overtake. Saya butuh waktu lama untuk melewati McLaren."

Meski demikian, Verstappen tetap memandang positif hasil podium ketiganya sebagai kebangkitan setelah akhir pekan yang sulit di Zandvoort. "Untuk bisa naik podium setelah akhir pekan yang sangat berat di Zandvoort, di mana mobil tidak sesuai dengan keinginan saya, kami berhasil melakukan perubahan besar dari Jumat ke Sabtu," katanya. "Mobil jelas berada di window yang lebih baik, tapi masih ada beberapa area yang perlu kami perbaiki, termasuk yang jelas: daya dorong di trek lurus."

Dengan sisa beberapa balapan lagi, Verstappen dan Red Bull dihadapkan pada pekerjaan rumah yang jelas: meningkatkan performa di trek lurus. Namun, dengan gelar juara sudah di tangan, mereka bisa menjadikan sisa musim ini sebagai ajang uji coba untuk mengembangkan mobil yang lebih kompetitif di musim depan.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU