Fred Vasseur, bos tim Ferrari, menegaskan bahwa target berikutnya adalah meningkatkan performa kualifikasi dan eksekusi balapan. Hal ini menyusul pace balapan yang impresif di GP Belanda, yang menurutnya justru lebih kuat dari Mercedes.
Pada balapan di Zandvoort, Lewis Hamilton dan Charles Leclerc finis tepat di belakang George Russell. Vasseur menilai pace Ferrari sebenarnya lebih baik, namun gagal dikonversi menjadi hasil maksimal karena kualifikasi yang sulit dan eksekusi balapan yang kurang sempurna.
"Saya pikir pace kami kuat, setidaknya lebih kuat dari Mercedes. Tapi begitulah, kami harus mengevaluasi apa yang kami lakukan dan apa yang salah," ujarnya kepada Sky Sports.

Salah satu faktor penyebab adalah start lambat Leclerc pada start kedua, di mana ia kehilangan posisi dari Oscar Piastri yang menyalip di luar jalur pada Tikungan 1, meski Piastri menggunakan ban keras sementara Leclerc memakai ban lunak. Selain itu, pit stop yang lambat juga memperburuk keadaan.
Vasseur menekankan bahwa pace bukanlah masalah bagi Ferrari di Belanda. Justru, kesulitan muncul karena gagal mengekstrak performa di kualifikasi Sabtu. "Jika kami kehilangan sesuatu akhir pekan ini, itu lebih di kualifikasi. Persiapan kualifikasi kurang baik, dan eksekusi balapan juga tidak mulus," jelasnya.
Di kualifikasi sprint, Leclerc start ketiga, hanya terpaut 0,055 detik dari Russell. Namun di kualifikasi utama, kedua pembalap kesulitan menghangatkan ban. Hamilton menyebut ban sebagai biang keladi utama. "Ban adalah biang keladi terbesar hari ini, kami benar-benar kesulitan membuat ban bekerja," katanya.
Vasseur menegaskan target Ferrari ke depan adalah memperbaiki performa kualifikasi dan eksekusi akhir pekan. "Kami harus fokus pada detail-detail kecil yang membuat perbedaan besar," pungkasnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!