Valentino Rossi harus menelan pil pahit setelah peluangnya untuk bertarung langsung melawan Max Verstappen di ajang GT World Challenge Europe musnah akibat insiden di sesi kualifikasi. Legenda hidup balap motor asal Italia tersebut sebelumnya sangat antusias menyambut akhir pekan balap di Portimao, di mana untuk pertama kalinya ia dan bintang Formula 1 itu akan berbagi lintasan dalam ajang balap ketahanan yang sama. Sebelum sesi kualifikasi dimulai, peraih sembilan gelar juara dunia Grand Prix sempat mengungkapkan kepada Sky Italia betapa besarnya antisipasi publik terhadap pertemuan dua raksasa motorsport ini, sekaligus mengakui kecepatan luar biasa sang pembalap Belanda.
Namun, ekspektasi tinggi tersebut seketika berubah menjadi kekecewaan mendalam setelah catatan waktu impresif yang dibukukan oleh Valentino Rossi dibatalkan oleh pengawas lomba karena dianggap melanggar batas lintasan atau track limits. Akibat pembatalan tersebut, ia bersama rekan setimnya di dalam skuad GT, Max Hesse dan Neil Verhagen, dipaksa memulai balapan durasi tiga jam penuh dari posisi grid yang sangat buncit di urutan ke-59. Sementara itu, sang bintang Formula 1 akan mengawali lomba dari posisi start ke-14 bersama rekan-rekan pengemudinya di barisan tengah grid.
Dalam wawancara lanjutan seusai sesi yang menegangkan itu, pembalap berpaspor Italia ini tidak dapat menyembunyikan rasa frustrasinya atas hilangnya kesempatan emas untuk berada di barisan depan. Ia menjelaskan bahwa catatan waktu yang sempat diraihnya sebenarnya sangat kompetitif dan memadai untuk menempatkannya berdekatan dengan posisi Max Verstappen serta mobil rekan setim mereka bernomor 32. Situasi ini tentu menjadi pukulan telak bagi strategi tim yang mengincar hasil maksimal sejak awal akhir pekan balap yang bergengsi ini.

Insiden pembatalan catatan waktu tersebut bermula ketika Valentino Rossi terlalu melebar di tikungan keempat setelah mencoba menghindari kemacetan dan jarak yang terlalu dekat dengan mobil pembalap lain di depannya. Meskipun ia mengakui sempat berhati-hati dan menyisakan sedikit ruang di sebagian besar tikungan berisiko tinggi selama sesi kualifikasi, gesekan tipis dengan batas trek pada area krusial tersebut langsung berbuah hukuman tegas dari steward yang menghapus lap terbaiknya tanpa kompromi.
Situasi semakin memburuk bagi sang ikon roda dua karena ia memutuskan untuk tidak mengambil percobaan putaran cepat lanjutan setelah merasa catatan waktunya yang pertama sudah cukup aman. Keputusan taktis yang berbuah blunder itu disesalinya karena ketika ia berada di trek pada percobaan berikutnya, ia terhalang oleh kendaraan lain dan memilih mengendurkan laju. Kegagalan meraih waktu pengganti ini membuat mereka harus puas memulai balapan dari barisan paling belakang, mengubur impian jutaan penggemar untuk melihat duel sengit secara langsung di atas aspal sirkuit.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!