Prinsipal Tim Mercedes, Toto Wolff, memberikan pujian setinggi langit kepada Kimi Antonelli setelah pembalap muda tersebut sukses mengamankan kemenangan gemilang dalam ajang Formula 1 Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of the Americas. Wolff bahkan secara terbuka menyebut penampilan anak asuhnya itu sebagai performa kelas dunia yang menunjukkan mentalitas seorang juara sejati, mengingat Antonelli kini berada di ambang gelar juara dunia dan hanya membutuhkan finis di posisi kesembilan atau lebih baik pada balapan selanjutnya di Mexico City.
Memulai balapan dari posisi pole, Antonelli tampil tanpa cela sepanjang akhir pekan di Austin. Ia menggunakan kompon ban medium saat start, berhadapan langsung dengan para rival di barisan depan seperti Max Verstappen serta duo pembalap Ferrari dan Isack Hadjar dari Red Bull yang memilih menggunakan ban soft yang lebih agresif pada fase awal. Meski berada dalam situasi ban yang secara teori lebih inferior pada awalnya, pembalap muda asal Italia ini mampu mempertahankan posisi terdepan dan mengontrol jalannya balapan dengan sangat matang tanpa melakukan kesalahan berarti.
Dalam sesi wawancara kepada media usai balapan, Wolff menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan penampilan terbaik yang pernah ditunjukkan oleh sang pembalap sepanjang kariernya sejauh ini. Ia tak ragu melontarkan kalimat sanjungan bahwa balapan tersebut merupakan cerminan dari seorang juara yang tinggal menunggu waktu resmi mengunci gelar. Menurut Wolff, gaya membalap Antonelli sangat menyatu dengan karakteristik mobil, bahkan ia mencatat bahwa pada sesi kualifikasi sebelumnya, Antonelli masih memiliki potensi untuk lebih cepat hingga sepersepuluh detik.

Di sisi garasi yang berlawanan, nasib kurang beruntung justru dialami oleh rekan setim Antonelli, George Russell, yang harus puas finis di posisi kedelapan setelah menghadapi akhir pekan yang sangat berat. Russell yang memulai balapan dari grid keenam langsung mendapatkan kendala sejak lap pembuka ketika ia terlibat insiden saat mengejar Isack Hadjar di Tikungan 12. Steward memutuskan bahwa Russell keluar jalur dan dinilai memperoleh keuntungan atas Oscar Piastri yang berada di belakangnya, sehingga berbuah hukuman penalti waktu lima detik saat pit stop.
Wolff menilai hasil akhir yang didapat oleh Russell tergolong tidak adil, terutama karena mobilnya kesulitan keluar dari tekanan dan terjebak di belakang McLaren milik Piastri sepanjang balapan meskipun menggunakan spesifikasi mesin dan sistem tenaga hibrida yang serupa. Mercedes berencana untuk melakukan investigasi mendalam terkait performa mobil Russell dan mengevaluasi paket pembaruan terbaru yang dinilai memiliki jendela operasional yang sangat sempit dan sulit diatur demi menghadapi seri berikutnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!