Lance Stroll kembali menjadi sorotan setelah terlibat percakapan panas dengan seorang marshal di Grand Prix Azerbaijan. Pembalap Aston Martin itu harus mengakhiri balapan pada lap kesembilan akibat masalah tekanan air, menambah derita musimnya yang penuh rintangan.
Balapan di Sirkuit Jalanan Baku memang penuh drama, dan Stroll tak ingin menonton sisanya dari pinggir lintasan. Dalam video yang beredar di media sosial, ia terlihat mendekati pagar pembatas dan berbicara dengan seorang marshal. "Saya tidak akan menunggu di sini sampai balapan selesai. Saya keluar dari sini," ujarnya, seperti dikutip dari rekaman tersebut. Ia bahkan meminta radio marshal dengan nada mendesak, "Beri saya radio itu."
Insiden ini memicu reaksi keras dari penggemar di dunia maya. Banyak yang mengkritik sikap Stroll, meski sebagian memahami frustrasinya. Yang jelas, ini bukan pertama kalinya pembalap Kanada itu tersandung masalah. Sepanjang musim 2025, ia telah mengalami 11 kali gagal finis dalam 15 balapan, dan menjadi satu-satunya pembalap yang belum pernah menyelesaikan jarak penuh satu balapan pun.

Masalah Teknis yang Tak Kunjung Usai
Stroll mengungkapkan bahwa mobilnya tidak kompetitif sebelum berhenti. "Tidak bagus. Kami kehilangan tenaga. Kami butuh lebih banyak downforce. Ini hanya akhir pekan yang sulit lagi," tuturnya kepada media setelah kembali ke paddock. Aston Martin memang tengah dalam masa sulit, dan Fernando Alonso juga harus mengakhiri balapan lebih awal karena masalah mesin.
Dengan performa yang jauh dari harapan, tim asal Silverstone itu harus segera mencari solusi. Masalah tekanan air yang dialami Stroll mungkin hanya gejala dari kelemahan mendasar pada paket aerodinamis dan unit daya. Balapan di Baku yang menuntut downforce tinggi dan efisiensi tenaga menjadi ujian berat bagi AMR25.
Insiden dengan marshal ini juga menyoroti sisi emosional seorang pembalap yang tengah terpuruk. Meski sikapnya menuai kritik, tekanan yang dihadapi Stroll musim ini sungguh luar biasa. Setiap akhir pekan ia harus berjuang dengan mobil yang tidak stabil, dan sering kali harus menyaksikan balapan dari garasi.
Ke depannya, Stroll perlu menenangkan diri dan fokus pada sisa musim. Tim Aston Martin juga harus segera melakukan evaluasi menyeluruh. Jika tidak, musim 2025 bisa menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah tim. Sementara itu, para penggemar berharap agar Stroll bisa segera bangkit dan menunjukkan performa terbaiknya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!